AS-Israel Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran
- 28 Feb 2026 15:46 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Jumat 27 Februari 2026. Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar dan terlihat di berbagai wilayah ibu kota Teheran.
Kantor berita Fars melaporkan beberapa rudal menghantam Jalan Universitas dan kawasan Jomhouri di Teheran. Asap tebal terlihat membumbung di sejumlah titik kota, sementara kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut ledakan juga terjadi di wilayah Seyyed Khandan, Teheran utara. Serangan dilaporkan meluas hingga ke Provinsi Ilam di bagian barat Iran.
Dilansir dari Al Jazeera, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan operasi tersebut bertujuan menghilangkan ancaman dari rezim Iran. Ia menyebut militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran untuk membela rakyat Amerika.
Seorang pejabat Iran kepada Reuters menyatakan Teheran tengah mempersiapkan pembalasan yang diperkirakan akan “menghancurkan”. Hingga kini, otoritas Iran belum merinci bentuk respons militer yang akan diambil.
Di sisi lain, ledakan juga terdengar di wilayah utara Israel setelah Iran diduga meluncurkan rudal balasan. Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara diaktifkan untuk mencegat serangan tersebut. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan besar di kedua pihak.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan serangan dilakukan untuk menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel. Seorang pejabat AS menyebut operasi itu merupakan aksi militer gabungan melalui udara dan laut.
Salah satu lokasi yang disebut menjadi sasaran berada di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Namun, menurut laporan Reuters, Khamenei telah dipindahkan ke lokasi aman dan tidak berada di Teheran saat serangan terjadi.
Koresponden Al Jazeera di Teheran melaporkan gangguan komunikasi telepon seluler di sejumlah wilayah ibu kota. Panggilan telepon disebut tidak dapat dilakukan di beberapa area terdampak.
Di Israel, sirene peringatan berbunyi dan status darurat diumumkan. Otoritas Bandara Israel menutup wilayah udara untuk seluruh penerbangan sipil dan meminta warga tidak menuju bandara. Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Qatar memberlakukan kebijakan tinggal di dalam ruangan bagi personelnya, dan Irak turut menutup wilayah udaranya.
Menurut pejabat pertahanan Israel yang dikutip Reuters, serangan tersebut telah direncanakan selama berbulan-bulan, bahkan saat negosiasi antara AS dan Iran terkait program nuklir masih berlangsung. Pengamat politik kawasan menilai langkah militer ini berpotensi memperburuk ketegangan regional dan menggagalkan jalur diplomasi yang tengah diupayakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....