Bos YouTube Batasi Medsos Anak, Ini Alasannya

  • 14 Des 2025 17:20 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: CEO YouTube Neal Mohan mengungkapkan bahwa dirinya membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anaknya. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak negatif dunia digital terhadap tumbuh kembang anak dan remaja.

Mohan, yang menjabat sebagai CEO YouTube sejak 2023 dan dinobatkan sebagai CEO Terbaik Tahun 2025 versi majalah Time, mengatakan bahwa waktu anak-anaknya mengakses YouTube dan platform digital lain diatur secara ketat, terutama pada hari kerja.

“Kami membatasi waktu mereka di YouTube dan platform lainnya. Pada hari kerja kami lebih ketat, sementara akhir pekan sedikit lebih longgar. Kami tidak sempurna,” ujar Mohan dalam wawancara yang dikutip CNBC.

Ia menegaskan prinsip “segala sesuatu dalam batas wajar” menjadi pedoman utama dalam keluarganya. Mohan diketahui memiliki tiga anak.

Kekhawatiran serupa juga disuarakan para ahli. Profesor NYU sekaligus penulis buku The Anxious Generation, Jonathan Haidt, menyarankan agar anak-anak tidak memiliki ponsel pintar sebelum usia 14 tahun dan tidak mengakses media sosial sebelum usia 16 tahun.

Sementara itu, Australia menjadi negara pertama yang secara resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun mengakses platform media sosial utama. Kebijakan tersebut didukung mayoritas warga, meski implementasinya masih menuai pro dan kontra.

Dalam wawancara lanjutan, Mohan menyebut dirinya memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi generasi muda. Ia menekankan pentingnya memberi kontrol lebih besar kepada orang tua, salah satunya melalui platform YouTube Kids yang diluncurkan sejak 2015.

Pendekatan serupa juga dilakukan para tokoh teknologi lainnya. Pendiri Microsoft Bill Gates mengaku tidak memberikan ponsel kepada anak-anaknya hingga usia 14 tahun. Sementara Mark Cuban menggunakan perangkat lunak khusus untuk memantau dan membatasi aktivitas digital anak-anaknya.

Fenomena ini menunjukkan kesadaran para pelaku industri teknologi terhadap pentingnya pengawasan penggunaan media digital bagi anak, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....