Ribuan Penumpang Terdampak, Pesawat A320 Kini Kembali Beroperasi

  • 30 Nov 2025 21:50 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Maskapai penerbangan American Airlines memastikan seluruh pesawat yang sebelumnya terdampak penarikan kembali (recall) dari Airbus kini telah selesai menjalani pembaruan perangkat lunak dan siap kembali beroperasi secara normal.

Dalam keterangan resminya, American Airlines menyebut hingga Sabtu siang waktu setempat, sebanyak 209 pesawat yang terdampak telah menerima perbaikan.

“Tidak ada lagi pesawat yang tersisa untuk diperbarui. Kami memperkirakan tidak ada dampak operasional lanjutan, terutama menjelang puncak perjalanan liburan,” tulis perusahaan yang dikutip dari CNBC International.

Sebelumnya, ribuan pelancong di berbagai negara sempat terdampak setelah Airbus mengeluarkan arahan perbaikan darurat terhadap sekitar 6.000 pesawat seri A320. Langkah ini memengaruhi lebih dari separuh armada pesawat berbadan sempit di dunia dan memicu pembatalan serta penundaan penerbangan saat periode padat liburan Thanksgiving.

Arahan tersebut disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah 55 tahun Airbus. Gangguan bahkan meluas hingga ke Asia dan Australia, wilayah yang sangat bergantung pada pesawat A320 untuk penerbangan jarak pendek.

Maskapai lain di Amerika Serikat juga melaporkan dampak terbatas. United Airlines menyebut enam pesawatnya terdampak dengan gangguan kecil pada beberapa penerbangan. Sementara Delta Air Lines mencatat kurang dari 50 pesawat Airbus A320 di armadanya terkena arahan serupa.

Di Jepang, ANA Holdings membatalkan 95 penerbangan domestik yang berdampak pada sekitar 13.200 penumpang. Sebaliknya, pesaingnya, Japan Airlines, relatif tidak terdampak karena lebih banyak menggunakan pesawat Boeing.

Sementara itu, Air India, yang sebagian dimiliki oleh Singapore Airlines, melaporkan lebih dari 40 persen pesawatnya telah diperbarui tanpa pembatalan penerbangan, meski terjadi sejumlah penundaan.

Di Australia, Jetstar Airways membatalkan sekitar 90 penerbangan setelah 34 pesawat A320 teridentifikasi membutuhkan pembaruan perangkat lunak. Perusahaan menargetkan seluruh pesawat dapat kembali beroperasi sebelum Minggu. Maskapai induknya, Qantas, menguasai sekitar 65 persen pasar domestik bersama Jetstar. Sementara Virgin Australia menyatakan tidak terdampak oleh penarikan tersebut.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa serta Federal Aviation Administration juga telah mengeluarkan arahan darurat menyusul insiden gangguan kendali pesawat pada salah satu armada A320.

CEO Airbus, Guillaume Faury, menyebut perbaikan ini memang menimbulkan tantangan logistik dan penundaan signifikan. Namun, ia memastikan seluruh tim Airbus bekerja penuh waktu untuk mendukung maskapai agar pesawat dapat segera kembali beroperasi normal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....