Amazon Pangkas Ribuan Insinyur di Tengah Transformasi AI
- 23 Nov 2025 22:10 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Perusahaan teknologi raksasa Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar pada Oktober lalu. Langkah ini menjadi gelombang PHK terbesar dalam 31 tahun sejarah perusahaan tersebut, dan berdampak pada hampir seluruh lini bisnis, mulai dari komputasi awan, perangkat, ritel, hingga periklanan.
Dokumen Worker Adjustment and Retraining Notification (WARN) yang dilaporkan Amazon di beberapa negara bagian Amerika Serikat menunjukkan bahwa posisi insinyur menjadi kategori pekerjaan yang paling banyak terdampak. Dari 4.700 PHK yang terdata di negara bagian New York, California, New Jersey, dan Washington, hampir 40 persen merupakan peran engineering, terutama insinyur perangkat lunak tingkat menengah atau SDE II.
Dilansir dari CNBC, pemangkasan karyawan ini dilakukan di tengah upaya Amazon mempercepat transformasi internal, termasuk pergeseran fokus perusahaan terhadap pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). CEO Amazon, Andy Jassy, menyebut langkah restrukturisasi ini sebagai upaya membuat perusahaan lebih gesit dan tidak terlalu birokratis setelah periode panjang ekspansi dan perekrutan besar-besaran selama pandemi.
Kepala Divisi SDM Amazon, Beth Galetti, menilai perkembangan AI generatif menuntut kecepatan inovasi yang lebih tinggi. “Generasi AI ini adalah teknologi paling transformatif sejak internet, dan memungkinkan perusahaan berinovasi jauh lebih cepat,” tulisnya dalam memo internal.
Di sisi lain, Amazon menyatakan bahwa PHK tidak sepenuhnya disebabkan oleh adopsi AI. Perusahaan menegaskan bahwa tujuan utama adalah menyederhanakan struktur organisasi serta mempercepat pengambilan keputusan. Namun, Jassy mengakui bahwa efisiensi berbasis AI akan membuat kebutuhan tenaga kerja menurun dalam beberapa tahun ke depan.
Beberapa divisi strategis turut terdampak, termasuk unit pengembangan gim Amazon di San Diego dan Irvine, yang memproduksi sejumlah gim berbujet besar. Tim pencarian visual dan belanja berbasis AI juga mengalami pemangkasan signifikan, meski sebelumnya meluncurkan fitur Amazon Lens dan Lens Live.
Sementara itu, bisnis periklanan Amazon yang selama ini menjadi salah satu mesin keuntungan utama perusahaan juga terkena dampaknya. Lebih dari 140 posisi pemasaran dan penjualan dihapuskan di kantor Amazon New York.
Gelombang PHK tambahan diperkirakan masih akan terjadi pada Januari mendatang, seiring perusahaan terus melakukan penyelarasan struktur untuk mendukung strategi jangka panjang di bidang kecerdasan buatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....