Roblox Perketat Verifikasi Usia Demi Keamanan Anak

  • 19 Nov 2025 21:23 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Platform gim daring Roblox memperketat kebijakan keamanannya dengan mewajibkan seluruh pengguna melakukan verifikasi usia sebelum dapat menggunakan fitur obrolan. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya gugatan hukum serta tuduhan yang menyebut Roblox telah membahayakan anak-anak karena diduga membuka ruang bagi predator seksual.

Dilansir dari CNN, Roblox akan mewajibkan pengguna memverifikasi identitas dengan mengunggah kartu identitas resmi atau menggunakan teknologi estimasi usia berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memindai wajah pengguna.

Roblox, yang memiliki lebih dari 150 juta pengguna global, dengan sepertiganya anak-anak di bawah 13 tahun, menjadi sorotan setelah sejumlah laporan menyebutkan adanya kasus pelecehan, perundungan, hingga penculikan yang bermula dari interaksi di platform tersebut. Sejumlah Jaksa Agung negara bagian di Amerika Serikat bahkan mengajukan gugatan dengan menuding Roblox gagal melindungi penggunanya yang masih anak-anak.

Untuk memperketat keamanan, Roblox bekerja sama dengan perusahaan verifikasi identitas Persona. Pengguna yang memilih verifikasi wajah akan diarahkan mengikuti gerakan tertentu untuk memastikan pemindaian dilakukan oleh manusia asli, bukan gambar atau karakter. Sistem kemudian akan menempatkan pengguna dalam rentang usia tertentu, misalnya 9–12 tahun atau 13–15 tahun, dan interaksi mereka akan dibatasi hanya pada kelompok usia yang sesuai.

Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, menyatakan peningkatan sistem ini dilakukan untuk memutus potensi interaksi antara anak di bawah umur dan orang dewasa asing.

“Prioritas kami adalah keselamatan dan kesopanan. Kami ingin menjadikan Roblox pengalaman yang aman, positif, dan sesuai usia bagi semua orang,” ujarnya.

Pembaruan kebijakan ini juga bertepatan dengan aksi “protes virtual” oleh organisasi ParentsTogether Action yang mendesak adanya fitur keamanan lebih kuat untuk remaja. Teknologi estimasi usia AI ini disebut akan diberlakukan secara global mulai awal tahun depan, sementara Australia, Selandia Baru, dan Belanda menjadi wilayah pertama yang menerapkan verifikasi wajib pada Desember mendatang.

Roblox menegaskan bahwa foto wajah pengguna akan dihapus setelah proses estimasi usia selesai. Perusahaan juga mengklaim sistemnya mampu mendeteksi penipuan seperti penggunaan foto orang lain atau gambar karakter gim, sehingga anak-anak dapat terlindungi dari penyalahgunaan di platform.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....