Cloudflare Pulihkan Layanan, Pengguna Canva dan ChatGPT Lega

  • 19 Nov 2025 10:00 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Perusahaan infrastruktur web Cloudflare berhasil memulihkan layanannya pada Selasa waktu Amerika Serikat setelah mengalami pemadaman yang membuat ribuan pengguna di seluruh dunia kesulitan mengakses berbagai platform digital, termasuk Canva, X, dan ChatGPT.

Dikutip dari Reuters, pemadaman yang terjadi mulai sekitar pukul 06.30 pagi ET itu disebabkan oleh berkas konfigurasi otomatis yang dirancang untuk menangani potensi ancaman keamanan. Namun, berkas tersebut tumbuh terlalu besar dan mengganggu sistem perangkat lunak yang mengelola lalu lintas pada sebagian layanan Cloudflare. Jaringan Cloudflare sendiri menangani sekitar seperlima dari total lalu lintas internet global.

Cloudflare menyatakan telah melakukan investigasi, menerapkan perbaikan, dan terus memulihkan layanan secara bertahap. Namun, perusahaan mengakui beberapa pelanggan masih mungkin merasakan gangguan selama proses pemulihan berlangsung. Saham Cloudflare sempat turun 2,3 persen pada perdagangan pagi.

Perusahaan itu menegaskan tidak menemukan indikasi aktivitas jahat dalam insiden ini.

“Tidak ada bukti bahwa ini merupakan hasil serangan,” ujar Cloudflare dalam pernyataannya.

Cloudflare dikenal sebagai penyedia jaringan global yang menjaga situs dan aplikasi tetap stabil, cepat, serta terlindung dari lonjakan lalu lintas dan serangan siber.

Pemadaman ini terjadi sebulan setelah gangguan besar pada layanan cloud Amazon yang membuat berbagai aplikasi populer seperti Snapchat dan Reddit tidak bisa diakses.

Selama pemadaman berlangsung, ribuan pengguna melaporkan kendala melalui Downdetector. Laporan gangguan terhadap Cloudflare mencapai lebih dari 11.000 sebelum turun ke sekitar 2.800 pada pukul 10.20 ET. X dan OpenAI, pengembang ChatGPT, tidak memberikan komentar terkait insiden tersebut.

Downdetector mengumpulkan laporan status dari berbagai sumber, sehingga angka pengguna terdampak dapat berbeda dari jumlah sebenarnya. Cloudflare juga menyebut adanya lonjakan lalu lintas tidak biasa pada pukul 11.20 UTC yang memicu sebagian lalu lintas jaringan mengalami kesalahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....