Sejarah Berdirinya (ASEAN) Association Of Southeast Asian Nations

  • 08 Agt 2025 12:22 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, adalah sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi yang dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967.

ASEAN didirikan oleh lima negara pendiri melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok. Kelima negara tersebut adalah:

* Indonesia (diwakili oleh Adam Malik)

* Malaysia (diwakili oleh Tun Abdul Razak)

* Filipina (diwakili oleh Narciso Ramos)

* Singapura (diwakili oleh S. Rajaratnam)

* Thailand (diwakili oleh oleh Thanat Khoman)

Pendirian ASEAN dilatarbelakangi oleh keinginan kuat untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara, yang pada saat itu masih dilanda ketegangan geopolitik akibat perang dingin. tujuan utama ASEAN, seperti yang tercantum dalam Deklarasi Bangkok, adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan budaya di kawasan, serta mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional.

Seiring berjalannya waktu, keanggotaan ASEAN bertambah. Brunei Darussalam bergabung pada tahun 1984, diikuti oleh Vietnam pada tahun 1995, Laos dan Myanmar pada tahun 1997, dan Kamboja pada tahun 1999. kini, ASEAN terdiri dari sepuluh negara anggota yang bersama-sama bekerja sama untuk mencapai visi dan misinya.

Pada tanggal 8 Agustus 2025, ASEAN merayakan hari ulang tahunnya yang ke-58. Peringatan ini akan diselenggarakan oleh Malaysia sebagai Ketua ASEAN tahun 2025. tema utama yang diusung pada peringatan Hari ASEAN ke-58 ini adalah "Towards an Inclusive and Sustainable ASEAN Future" atau "Menuju Masa Depan ASEAN yang Inklusif dan Berkelanjutan". tema ini sejalan dengan tema Keketuaan Malaysia untuk ASEAN 2025, yaitu "Inclusivity and Sustainability".

Tema ini mencerminkan komitmen kolektif negara-negara anggota untuk menmbangun kawasan yang terbuka, adaptif, mengedepankan keseimbangan antara pembangunan manusia dan alam, serta memastikan kawasan ini mampu menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim.

Hal ini juga menjadi momentum penting untuk merefleksikan kemajuan yang telah dicapai dan merancang langkah-langkah strategis untuk masa depan yang lebih baik. ( Penulis: Valen Nelwan )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....