Pemkab Intan Jaya Dan ADRA, Susun Kontinjensi Bencana Konflik Sosial Intan Jaya

  • 07 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Intan Jaya berkolaborasi dengan Adventist Development and Relief Agency (ADRA) Indonesia, menggelar kegiatan pembentukan Tim Diskusi Kelompok Terarah, dalam rangka penyusunan dokumen rencana kontinjensi bencana konflik sosial Kabupaten Intan Jaya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak 6 hingga 8 Mei 2026, bertempat di Hotel JDF, dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Intan Jaya, Daryono.

Dalam sambutannya, Kepala Pelaksana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Intan Jaya, Daryono menyampaikan bahwa pembentukan tim dan penyusunan dokumen rencana kontinjensi konflik sosial menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana sosial di Kabupaten Intan Jaya.

"Kami mengapresiasi ADRA Indonesia yang telah mendukung kegiatan ini, kegiatan ini merupakan amanat undang undang yang harus dilakukan untuk secara bersama sama kita memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia, khususnya di intan jaya merasa aman, terlindungi dan diperhatikan, dengan semangat gotong royong kita mampu melahirkan semangat kontinjensi, yang tidak hanya memenuhi standart birokrasi, tetapi mencerminkan nilai kemanusiaan dan solidaritas dalam penanganan bencana, khususnya bencana konflik sosial," katanya.

Menurutnya, dokumen tersebut nantinya akan menjadi pedoman bersama bagi pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat dalam melakukan penanganan cepat dan terkoordinasi apabila terjadi situasi konflik sosial.

"Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan dokumen rencana kontinjensi bencana konflik sosial yang komprehensif dan selanjutnya ditetapkan melalui keputusan Bupati Intan Jaya sebagai pedoman resmi penanganan keadaan darurat konflik sosial di wilayah tersebut," tutupnya.

Sementara itu, Project Officer ADRA Indonesia, Keliopas Moay, dalam laporannya menyampaikan,

kegiatan ini dilakukan melihat history kejadian konflik sosial yang selama ini terjadi di Intan Jaya, dengan tujuan, menghasilkan kesepakatan bersama dalam menentukan pencegahan dan penanganan dalam menghadapi bencana konflik sosial yang tertuang dalam dokumen.

"Selain menghasilkan tim yang terbentuk, untuk proses penyusunan dokumen, pertemuan selama tiga hari ini kami berharap, akan menghasilkan sebuah kesepakatan bersama, dan menyepakati draft dokumen perencanaan kontinjensi yang nantinya menjadi dokumen daerah dan dokumen milik bersama, untuk melakukan respon kemanusiaan yang ada di kabupaten intan jaya," jelasnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti sejumlah agenda penting di antaranya pemaparan kebijakan, diskusi kelompok terarah, pemetaan aktor kemanusiaan, validasi dokumen, hingga finalisasi draft rencana kontinjensi.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri perwakilan ADRA Indonesia selaku fasilitator, Anggota MRP, Anggota DPRK Intan Jaya, serta sejumlah peserta dari unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Akademisi, Organisasi Disabilitas dan pemangku kepentingan terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....