Era AI, Wamendiktisaintek Dorong Talenta Perkuat Berpikir Kritis
- 30 Sep 2026 19:35 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan inovatif dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pendidikan tinggi dinilai memiliki peran dalam mempersiapkan talenta yang mampu memahami dan mengevaluasi perkembangan teknologi.
Dilansir dari website Kemdiktisaintek, Stella Christie menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam High Level Talk bertajuk “Women & Talent: Mencetak Talenta Digital dan Ekspansi Ekonomi Berbasis Inovasi” pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Menurut Stella, perkembangan AI membawa perubahan terhadap kebutuhan kompetensi talenta. Pendidikan tinggi perlu mempersiapkan talenta yang mampu mengevaluasi keluaran AI dari sisi kebenaran, efisiensi, maupun kualitasnya.
“Kalau kita ingin berkompetisi di dunia yang didominasi oleh AI ini, pendidikan tinggi Indonesia harus bisa menyesuaikan orang-orang yang mampu mengevaluasi AI. Mampu mengevaluasi keluaran dari AI ini benar atau tidak, efisien atau tidak, bagus atau tidak,” ujar Wamen Stella.
Kemampuan mengevaluasi teknologi tersebut perlu berjalan bersama penguatan inovasi dan pola pikir kritis dalam proses pendidikan. Menurut Stella, perkembangan AI membuat kemampuan tersebut semakin diperlukan bagi talenta Indonesia.
“Kemampuan untuk berinovasi, mengevaluasi AI, berpikir kritis itu menjadi yang lebih penting lagi. Dari dulu penting, sekarang lebih penting lagi,” tambah Wamen Stella.
Selain penguatan kompetensi talenta, Stella menyoroti pentingnya riset di perguruan tinggi sebagai bagian dari pengembangan inovasi. Riset di lingkungan perguruan tinggi dinilai dapat berkontribusi terhadap pengembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.
“Ini yang harus kita lakukan di Indonesia, riset di universitas. Economic growth juga menunjukkan hal tersebut, bahwa inovasi yang akan memimpin pertumbuhan,” jelas Wamen Stella.
Perkembangan AI dan teknologi juga menuntut talenta untuk terus beradaptasi. Kemampuan mempelajari dan memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.
“Memang ketika kita berbicara mengenai AI dan teknologi tidak lepas, pada prinsip kita harus beradaptasi. Because this is an ever-changing innovation, yang dimana suka tidak suka kita harus mempelajarinya dan kita harus beradaptasi dalam menjalani keseharian kita,” tegas Wamen Stella dalam paparannya.
Dalam forum tersebut, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti turut menyoroti pentingnya mengembangkan bonus demografi Indonesia menjadi bonus kompetensi. Pemerintah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai perlu bersinergi dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi serta mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas.
Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri juga menyampaikan pentingnya kemampuan beradaptasi dalam pemanfaatan teknologi. Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa pada 2025 sekitar 6.870 pasar rakyat dan lebih dari 300 ribu pedagang telah mendapatkan fasilitasi digital, termasuk sistem pembayaran daring dan pelatihan.
Dari sisi industri, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menilai kemampuan berpikir kritis diperlukan ketika masyarakat semakin banyak menggunakan AI. Pengguna perlu menilai kembali hasil analisis yang diberikan teknologi sebelum menggunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Pertanyaannya adalah bagaimana penggunanya ini bisa menilai analisisnya benar atau tidak. Hence the critical thinking itu sangat diperlukan di universitas,” ujar Neneng.
Sementara itu, Direktur Wahid Foundation Yenni Wahid menekankan bahwa pengembangan talenta digital juga perlu didukung ekosistem yang memberikan akses, pembelajaran, dan kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang. Penguatan ekosistem dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat perkembangan teknologi.
Melalui penguatan pendidikan, riset, kemampuan berpikir kritis, inovasi, dan ekosistem yang mendukung pengembangan talenta, Kemdiktisaintek terus mendorong sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kompetensi, produktivitas, dan inovasi di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....