Produksi Massal CNG 3 Kg Masih Tunggu Keputusan Menteri ESDM

  • 30 Sep 2026 17:41 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kepastian produksi massal tabung gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) 3 kilogram (kg) masih menunggu keputusan resmi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Pemerintah masih menyelesaikan sejumlah tahapan uji coba dan skema pelaksanaan sebelum produksi dalam jumlah besar dilakukan.

Dikutip dari website Bloomberg Technoz, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan waktu dimulainya program produksi massal CNG 3 kg belum dapat dipastikan, baik pada 2026 maupun 2027. Keputusan mengenai waktu pelaksanaan akan diumumkan oleh Menteri ESDM.

“Ya kita, nanti kalau apakah mulai tahun ini atau tahun depan nanti Pak Menteri yang akan mengumumkan ya, biar lebih pas,” ungkap Laode saat ditemui awak media di Kantor Kementerian ESDM, Rabu, 30 September 2026.

Laode menjelaskan, produksi massal baru dapat direalisasikan setelah pemerintah menetapkan dan menyelesaikan skema pelaksanaan CNG 3 kg. Skema tersebut mencakup sejumlah aspek yang berkaitan dengan penyediaan, distribusi, dan pemanfaatan CNG.

“Untuk produksi massal, setelah skemanya tadi kita tetapkan yang saya bilang saya jelaskan tadi,” kata Laode.

Kementerian ESDM juga akan melakukan peninjauan menyeluruh setelah masa uji coba berlangsung selama satu bulan. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek teknis distribusi, termasuk penggunaan armada pengangkut CNG dengan moda transportasi tertutup.

“Nah nanti setelah satu bulan, kita akan lakukan review seluruh aspek apa saja yang terkait. Seperti misalnya CNG ini harus diantar dalam wadah atau truk yang tidak bersifat bak terbuka, contohnya ya,” tambah Laode.

Setelah evaluasi selesai, pemerintah akan melanjutkan pembahasan mengenai skema tata niaga CNG 3 kg. Pembahasan tersebut mencakup mekanisme penjualan, penyediaan dan pengisian ulang tabung, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap rantai pasok gas.

Sebelumnya, Kementerian ESDM memberikan sinyal mengenai rencana pengadaan tabung CNG 3 kg dalam jumlah besar. Jumlah pengadaan yang disebutkan dapat mencapai lebih dari 10.000 hingga 30.000 unit setelah uji coba penggunaan tahap III selesai.

Laode mengatakan pengadaan tabung tersebut nantinya dilakukan oleh badan usaha yang ditunjuk untuk memproduksi tabung. Pelaksanaan pengadaan akan mengikuti hasil evaluasi dan skema yang ditetapkan pemerintah.

“Nah, setelah itu badan usaha yang nanti akan ditunjuk produksi tabungnya, itu nanti akan ditugaskan mengadakan dalam jumlah skala yang seperti sudah diumumkan, lebih dari 10.000, 20.000, 30.000 [unit],” kata Laode di Jakarta Selatan, Rabu, 19 Agustus 2026.

Uji coba tahap III sebelumnya dirancang dilakukan secara terbatas di lingkungan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi atau Lemigas. Pengujian melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjalankan usaha di kantin Lemigas.

“Di dalam tahap tiga ini, kita melakukan beberapa uji dulu. Kita memanfaatkan UMKM nanti yang ada di dalam lingkungan Lemigas. Di sana ada kantin. Kita mau coba manfaatkan dulu di situ. Sambil kita evaluasi,” ujar Laode.

Selain pengujian penggunaan, Kementerian ESDM juga menyiapkan skema distribusi CNG 3 kg untuk memastikan rantai penyaluran dari hulu hingga hilir dapat berjalan sesuai dengan rancangan.

“Kita sedang melakukan finalisasi skemanya. Jadi skemanya itu nanti seperti apa sih biar dari sisi hulunya siap, hilirnya juga siap, masyarakat yang menerima juga merasa senang ketika nanti juga memanfaatkan itu,” tegas Laode.

Kementerian ESDM juga mempertimbangkan rencana pengadaan tabung CNG 3 kg dari China. Jumlah yang dipertimbangkan mencapai sekitar 100.000 unit, dengan proses pengadaan dilakukan oleh badan usaha.

Laode menjelaskan, pemesanan tabung CNG dengan ukuran tersebut membutuhkan jumlah pembelian dalam skala besar. Namun, pihak yang nantinya melakukan impor, apakah BUMN atau perusahaan swasta, belum dijelaskan secara lebih lanjut.

Untuk penggunaan rumah tangga, Kementerian ESDM menyatakan CNG dalam tabung 3 kg dirancang agar dapat digunakan tanpa mengganti kompor LPG yang telah dimiliki masyarakat. Pengguna juga tidak perlu memasang alat converter atau perangkat tambahan lainnya.

CNG Merah Putih 3 kg disebut akan menggunakan tabung tipe 4, yaitu tabung berbahan plastik atau polimer yang dilapisi material komposit dan fiberglass. Pengembangan, pengujian, dan penyusunan skema distribusi masih menjadi bagian dari tahapan sebelum keputusan mengenai produksi massal ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....