Uji Coba CNG 3 Kg Masuk Pekan Ketiga, ESDM Evaluasi
- 30 Sep 2026 17:41 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut uji coba penggunaan tabung gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) 3 kilogram (kg) telah memasuki minggu ketiga. Pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap aspek teknis dan operasional sebelum menentukan tahapan selanjutnya.
Dilansir dari website Bloomberg Technoz, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan data dari pelaksanaan uji coba terus dikumpulkan dan diperiksa setiap hari. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki selama masa pengujian.
“Jadi kita sudah memasuki minggu ketiga ya. Data terus dievaluasi, setiap hari dicek. Ada hal apa yang bisa dilakukan, yang dievaluasi poin-poinnya apa saja,” ungkap Laode saat ditemui awak media di Kantor Kementerian ESDM, 30 September 2026.
Laode mengatakan peninjauan secara menyeluruh akan dilakukan setelah masa uji coba berjalan selama satu bulan. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek teknis distribusi CNG, termasuk ketentuan mengenai moda pengangkutan tabung.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan armada pengangkut dengan wadah tertutup, bukan kendaraan dengan bak terbuka. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari aspek teknis yang akan dievaluasi dalam pelaksanaan uji coba.
“Nah nanti setelah satu bulan, kita akan lakukan review seluruh aspek apa saja yang terkait. Seperti misalnya CNG ini harus diantar dalam wadah atau truk yang tidak bersifat bak terbuka, contohnya ya,” tambah Laode.
Setelah tahap evaluasi selesai, pemerintah akan melanjutkan pembahasan mengenai skema tata niaga CNG 3 kg. Pembahasan tersebut mencakup mekanisme penjualan, penyediaan dan pengisian ulang tabung, hingga pihak yang bertanggung jawab dalam rantai pasok gas.
Terkait tabung CNG yang digunakan dalam uji coba, Laode menjelaskan unit yang saat ini diuji masih diproduksi di China. Hal tersebut karena belum terdapat pabrik dalam negeri yang memiliki spesifikasi manufaktur sesuai dengan standar yang dibutuhkan untuk tabung tersebut.
Pasokan tabung dari China yang didatangkan saat ini masih dibatasi untuk kebutuhan uji coba. Jika pemerintah nantinya memutuskan produksi dilakukan secara masal, pembahasan lebih lanjut dengan industri di China akan dilakukan.
“Manakala nanti akan ada produksi masif tentu kita harus ada [bargaining] sama industrinya di China,” ungkap Laode.
Sebelumnya, uji coba CNG 3 kg dilakukan secara terbatas oleh pengguna di lingkungan internal Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi atau Lemigas. Tahapan tersebut ditujukan untuk melihat keandalan dan efektivitas penggunaan CNG sebelum penggunaannya diperluas.
Laode sebelumnya menyampaikan bahwa proses uji coba dan evaluasi ditargetkan berlangsung selama satu bulan. Selain menguji kinerja tabung, evaluasi juga mencakup bagaimana CNG digunakan oleh pengguna dalam lingkungan uji coba.
Pengujian tabung CNG 3 kg sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan teknis dan keamanan. Salah satu tahapan yang telah dilakukan adalah uji tembak terhadap tabung sebelum digunakan dalam pengujian langsung oleh pengguna terbatas.
Pemerintah juga menyampaikan bahwa penggunaan CNG dalam tabung 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga dirancang tidak memerlukan penggantian kompor LPG yang digunakan masyarakat. Penggunaan tersebut direncanakan dapat dilakukan tanpa pemasangan alat konversi tambahan pada kompor.
CNG Merah Putih 3 kg juga direncanakan menggunakan tabung tipe 4, yakni tabung berbahan plastik atau polimer yang dibungkus dengan material komposit dan fiberglass. Pengembangan dan pengujiannya masih menjadi bagian dari rangkaian tahapan sebelum penerapan lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....