Kemenkes: 41 Persen Anak Sekolah Alami Gigi Berlubang

  • 30 Sep 2026 16:29 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendorong penguatan upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Hal ini dilakukan seiring temuan 41 persen anak sekolah yang diperiksa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau gigi berlubang.

Dilansir dari website Kemenkes RI, Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemeriksaan gigi menjadi salah satu prioritas dalam program CKG dan perlu dimanfaatkan oleh seluruh anak sekolah.

“Berita baiknya, pemeriksaan gigi adalah salah satu prioritas pemerintah dalam program Cek Kesehatan Gratis. Namun, kabar kurang baiknya, dari hasil pemeriksaan CKG anak sekolah, masalah karies justru menjadi yang paling banyak ditemukan. Kami mencatat 41% anak sekolah yang diperiksa mengalami gigi karies,” ujar Prof. Dante saat menghadiri Kick-off Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di SDN Menteng 01 Jakarta pertengahan September lalu.

Menurut Prof. Dante, masalah kesehatan gigi sebaiknya tidak baru ditangani ketika muncul rasa sakit. Pemeriksaan rutin setiap enam bulan diperlukan untuk membantu mendeteksi masalah sejak dini, disertai kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari.

“Intervensi kesehatan gigi yang paling tepat adalah melalui promotif dan preventif, bukan menunggu sakit kemudian mengobatinya. Sekolah menjadi salah satu kunci karena di sana ada UKS, dokter kecil, pramuka, dan berbagai kegiatan yang dapat digunakan untuk membangun kebiasaan sehat,” kata Prof. Dante.

Kemenkes juga mendorong sekolah untuk memberikan edukasi mengenai perawatan gigi, mulai dari cara menyikat gigi yang benar, memilih makanan yang mendukung kesehatan gigi, hingga mengenalkan penggunaan pasta gigi berfluoride.

Selain pemeriksaan rutin, waktu menyikat gigi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan gigi anak. Masyarakat dianjurkan membiasakan anak menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

Kebiasaan tersebut diharapkan dapat dibangun sejak usia sekolah sehingga menjadi bagian dari perilaku hidup sehat. Sekolah juga dapat berperan melalui berbagai kegiatan edukasi dan pembiasaan yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut.

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 mengusung tema “Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat” dengan subtema “Periksa, Tindak Lanjut, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut.”

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Kemenkes, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia, serta sejumlah mitra swasta.

Wakil Ketua PB PDGI, drg. Tari Tritarayati, mengatakan BKGN menjadi bagian dari upaya kolaborasi untuk mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat sejak pertama kali dilaksanakan pada 2010.

“Kami ingin memperkuat upaya promotif dan preventif agar kepedulian terhadap kesehatan gigi tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi,” ujar drg. Tari.

Memasuki penyelenggaraan ke-17, BKGN 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia sekolah. Kick-off BKGN 2026 di SDN Menteng 01 diisi dengan edukasi kesehatan gigi, pemeriksaan gigi gratis, serta praktik menyikat gigi bersama bagi para siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....