Danantara Siap Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi di Meikarta

  • 31 Jul 2026 18:42 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah terus mendorong percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat melalui Program 3 Juta Rumah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan 141.000 unit rumah susun (rusun) bersubsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, dengan dukungan pembiayaan dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Melansir dari Bloomberg Technoz, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan lahan hibah seluas 30 hektare di Meikarta telah resmi diserahkan kepada negara. Proses hibah tersebut melibatkan Kementerian Keuangan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), sehingga siap dimanfaatkan untuk pembangunan rusun bersubsidi.

Maruarar Sirait menjelaskan, proyek tersebut akan menjadi salah satu langkah awal Danantara dalam mendukung pembangunan perumahan nasional. Menurutnya, pembangunan rusun di Meikarta telah memasuki tahap kesiapan setelah proses administrasi hibah selesai.

"Artinya sudah siap untuk Danantara dan BUMN Pak Doni, untuk siap membangun dan membiayai untuk 141.000 rumah susun di Meikarta, Kabupaten Bekasi. Jadi sudah selesai hibahnya," kata Maruarar Sirait dalam agenda Akad Massal 62 Ribu Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Miliar di Batang, Jawa Tengah, dikutip Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menambahkan, pembangunan rumah susun bersubsidi di Meikarta akan menjadi proyek awal yang dijalankan Danantara sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Nanti Pak Doni akan mulai dengan rumah subsidi yang rusun ke atas, sesuai arahan Bapak [Presiden], mulai dengan Meikarta," tegasnya.

Program pembangunan rusun di Meikarta merupakan bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Proyek tersebut akan dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare milik Grup Lippo dengan konsep hunian vertikal setinggi 32 lantai yang diproyeksikan mampu menampung hingga 141.000 unit rumah susun.

Pemerintah memperkirakan nilai investasi proyek tersebut mencapai sekitar Rp14 triliun hingga Rp16 triliun. Selain meningkatkan penyediaan hunian, pembangunan secara vertikal dinilai lebih efisien dalam pemanfaatan lahan dibandingkan pembangunan rumah tapak, sehingga dapat menjadi salah satu model pengembangan kawasan permukiman di wilayah perkotaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....