Pengemudi Lajuran Asal Toraja Menjadi Korban KKB OPM di Jalur Wamena-Mbua
- 16 Sep 2026 13:56 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika - Seorang pengemudi kendaraan lajuran bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya, warga asal Toraja, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM di jalur Wamena menuju Mbua, Papua Pegunungan, Selasa, 15 September 2026.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.
"Pada kesempatan ini kami akan menyampaikan perkembangan situasi terkait peristiwa yang terjadi pada Selasa, 15 September 2026, di jalur Wamena menuju Mbua, Papua Pegunungan," kata Wirya.

Menurut keterangan Koops TNI Habema, kendaraan lajuran yang dikemudikan Aris saat itu sedang melintas di sekitar wilayah Danau Habema. Kendaraan tersebut kemudian dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata yang diduga merupakan kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama.
Kelompok tersebut dilaporkan melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan sejumlah penumpang. Setelah pemeriksaan, para penumpang diperintahkan untuk kembali menuju Wamena, sementara Aris dibawa ke arah kawasan Danau Habema.
Wirya mengatakan, setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, Koops TNI Habema langsung melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi. Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan lajuran dalam kondisi terbakar bersama jenazah pengemudinya.
"Saat ini, proses evakuasi jenazah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku, dengan tetap memperhatikan keamanan personel dan situasi di lapangan," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi awal yang beredar, Aris disebut sempat dipaksa membuat rekaman video yang berisi pernyataan dukungan terhadap kelompok atau warga Papua yang menginginkan kemerdekaan. Namun, informasi tersebut masih dalam proses pendalaman oleh aparat terkait.
Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban. Aris diketahui selama ini bekerja sebagai pengemudi yang melayani kebutuhan transportasi penumpang maupun pengangkutan logistik masyarakat di jalur Wamena menuju wilayah pedalaman.
Wirya menegaskan, pendalaman terhadap kronologi kejadian serta keterangan para saksi masih terus dilakukan bersama unsur terkait. Aparat juga melakukan langkah pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi kekerasan berikutnya.
"Koops TNI Habema akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Ia menyayangkan kejadian tersebut karena korban sedang menjalankan pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan transportasi dan distribusi logistik masyarakat menuju wilayah pedalaman. Perkembangan terkait evakuasi jenazah, pengamanan wilayah, maupun hasil pendalaman akan disampaikan kembali setelah informasi yang diperoleh terverifikasi.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....