Kogabwilhan III Perketat Jalur Penyelundupan Senjata Demi Stabilitas Papua

  • 08 Jul 2026 14:07 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,Mimika - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan penyelundupan senjata dan amunisi ke wilayah Papua masih menjadi perhatian serius. Jalur perairan disebut sebagai salah satu pintu masuk yang digunakan untuk memasukkan senjata dari luar maupun dari dalam negeri.Rabu 08 juli 2026

Dalam konferensi pers hasil operasi Semester I Tahun 2026, Lucky mengatakan sejumlah senjata yang berhasil diamankan bukan merupakan persenjataan yang digunakan TNI. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya pasokan senjata ilegal yang masuk melalui berbagai jalur.

"Yang pertama memang penyelundupan senjata kemudian amunisi ini melewati jalur perairan kemudian dari luar. Ada beberapa barang bukti senjata yang tidak digunakan oleh TNI. Ini mengindikasikan bahwa masuknya senjata tersebut ada yang dari luar, tapi juga ada yang dari dalam. Ini menjadi konsen bagi kami untuk melakukan penyekatan, sweeping, dan patroli agar mereka tidak bisa masuk lagi."

Ia menambahkan, setiap butir amunisi yang berhasil dicegah sangat berarti karena berpotensi menyelamatkan nyawa masyarakat. Oleh sebab itu, pengawasan di jalur-jalur rawan akan terus diperketat melalui operasi gabungan.

Selain memutus jalur penyelundupan, Kogabwilhan III juga memfokuskan operasi di wilayah yang masih menjadi basis kelompok bersenjata dan belum memiliki kehadiran aparat keamanan. Menurutnya, kehadiran negara di daerah tersebut penting untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Fokus pelaksanaan kegiatan kami memang titik berat di daerah yang banyak markas-markas OPM-nya, terutama daerah-daerah yang belum ada aparat keamanannya. Kami hadir di sana melindungi masyarakat, mengamankan masyarakat, memberikan pelayanan yang terbaik sehingga negara benar-benar hadir."

Lucky juga mencontohkan keterlibatan satuan tugas nonorganik TNI dalam proses evakuasi jenazah pilot PT AMA Air, Nicholas F. Gosselin, di Kabupaten Yahukimo. Operasi tersebut, menurutnya, menjadi bukti sinergi pasukan dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Terkait barang bukti hasil operasi, Panglima menyampaikan seluruh senjata, amunisi, dan perlengkapan lain akan menjadi bagian dari proses pembuktian sebelum nantinya dimusnahkan setelah seluruh rangkaian operasi selesai.

"Semua barang bukti ini menjadi bukti kinerja kami. Nanti ke depan barang-barang bukti ini kemungkinan akan dimusnahkan setelah selesai operasi. Indikator keberhasilan Kogabwilhan III adalah apabila situasi aman, pemerintah dapat melaksanakan pembangunan, kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, serta Papua menjadi aman, damai, dan sejahtera."(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....