Kontak Tembak di Dogiyai, Aparat Tembak Mati Anggota KKB Diduga TPNPB Kodap XI

  • 10 Mei 2026 17:49 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Dogiyai – Kontak tembak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Minggu 10 Mei 2026. Seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dilaporkan tewas setelah baku tembak dengan personel Brimob dan Polres Dogiyai di Kampung Idadagi, Distrik Dogiyai.

Kapolres Dogiyai, AKBP Denis Arya Putra, mengatakan operasi penegakan hukum tersebut dilakukan menyusul meningkatnya gangguan keamanan di jalur Trans Nabire–Enarotali dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, aksi gangguan keamanan itu meliputi penembakan terhadap kendaraan warga sipil hingga perusakan mobil oleh orang tak dikenal (OTK).

“Menyikapi situasi tersebut, personel BKO Brimob Resimen III yang melaksanakan patroli rutin melakukan penyisiran di wilayah Kali Kasuari dan Kampung Idadagi,” ujar AKBP Denis.

Saat patroli berlangsung, aparat keamanan disebut mendapat serangan tembakan dari kelompok bersenjata yang berada di Kampung Idadagi. Aparat kemudian melakukan tindakan balasan hingga melumpuhkan satu orang yang diduga anggota KKB.

“Karena mendapat tembakan dari kelompok bersenjata maka anggota kita melakukan tindakan tegas dan terukur dan melumpuhkan pelaku,” kata Denis saat dikonfirmasi, Minggu siang.

Polisi mengidentifikasi korban tewas sebagai Napison Tebai yang diduga merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda.

Dalam operasi tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti yang ditemukan di antaranya satu pucuk senjata api rakitan, amunisi kaliber 5,56 mm, tiga parang, satu kapak, busur panah, anak panah, telepon genggam, serta tas noken.

Selain itu, polisi juga menemukan dua buku berisi data organisasi TPNPB Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda dan satu bundel dokumen terkait TPNPB-OPM, KNPB, serta dokumen lainnya.

“Kita memastikan bahwa yang tewas ditembak adalah anggota KKB, karena dari tangannya kita temukan senjata api, amunisi dan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata,” tegas Kapolres Dogiyai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....