Pasca Konflik, Situasi Dogiyai Berangsur Kondusif, Polisi Dalami 10 Laporan
- 17 Apr 2026 21:39 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Kepolisian Daerah Papua Tengah mengungkap perkembangan terbaru situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Dogiyai pasca konflik sosial yang terjadi pada 31 Maret 2026 lalu. Hingga pertengahan April, kondisi di wilayah tersebut dilaporkan mulai berangsur kondusif, meski proses penanganan hukum masih terus berjalan.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Komisaris Besar Polisi Gustav Urbinas, dalam keterangan pers pada Rabu 15 April 2026 menjelaskan, konflik yang terjadi diawali dari kasus penganiayaan berat terhadap anggota Polri dari Polres Dogiyai, almarhum Bripda Jefentus Edowai.
Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi rangkaian insiden di sejumlah wilayah di Dogiyai. Di antaranya kekerasan terhadap aparat, pembakaran kendaraan, hingga perusakan fasilitas vital seperti kabel optik Palapa Timur.
“Dari rangkaian kejadian tersebut, kami telah menerima dan menangani sedikitnya 10 laporan polisi, termasuk kasus penganiayaan yang mengakibatkan anggota Polri meninggal dunia,” ujar Gustav.
Selain itu, terdapat pula laporan terkait anggota Polri yang mengalami luka akibat anak panah, penembakan menggunakan senapan angin PCP, pembakaran kendaraan, hingga dugaan penyebaran informasi hoaks melalui media sosial.
Terkait informasi yang beredar mengenai adanya korban dari warga sipil, Gustav menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam. Tim asistensi dari Mabes Polri turut diterjunkan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Kami masih melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar, termasuk dugaan adanya korban dari masyarakat sipil. Semua harus berdasarkan fakta dan data yang valid,” tegasnya.
Hasil penelusuran sementara, sejumlah foto yang beredar di media sosial terindikasi tidak sesuai fakta atau hoaks, karena memiliki perbedaan lokasi dan keterangan.
Di sisi lain, aparat kepolisian bersama TNI terus melakukan berbagai langkah pemulihan situasi kamtibmas. Mulai dari pengamanan markas kepolisian, penambahan personel, hingga patroli skala besar untuk membuka akses jalan yang sempat dipalang.
Upaya tersebut sempat mendapat perlawanan dari oknum tertentu, namun aparat berhasil mengendalikan situasi dan memastikan jalur transportasi antar wilayah kembali terbuka.
Saat ini, distribusi logistik dari Nabire menuju Dogiyai, Deiyai, dan Paniai telah kembali berjalan dengan pengawalan aparat keamanan.
Selain penanganan di lapangan, koordinasi intensif juga dilakukan bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial.
Kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk bertindak profesional dan transparan, termasuk membuka ruang evaluasi terhadap personel di lapangan. Jika ditemukan adanya pelanggaran, akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Di akhir keterangannya, Wakapolda Papua Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Masyarakat yang memiliki informasi valid terkait dugaan korban atau peristiwa yang terjadi, diminta segera melapor ke kantor kepolisian terdekat.
“Partisipasi masyarakat sangat penting agar setiap informasi dapat diverifikasi dan situasi kamtibmas dapat terus terjaga dengan baik,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....