Keponakan Egianus Kogoya Tewas, Ditemukan Ganja dan Amunisi

  • 12 Jun 2025 14:34 WIB
  •  Nabire

KBRN, Mimika: Kontak senjata aparat keamanan dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Pugima, Distrik Welalegama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Senin (9/6/2025).

Dalam kontak senjata itu satu anggota KKB atas nama Pionus Gwijangge alias Perampok Gwijangge tewas.

Pionus Gwijangge dilaporkan merupakan keponakan dari Egianus Kogoya pemimpin KKB wilayah Nduga.

Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz, Brigjen Polisi Faizal Ramadhani menjelaskan Pionus Gwijangge tewas usai timah panas menembus dada kanannya.

Keponakan Egianus Kogoya itu ditemukan dalam jurang dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Jenazahnya telah dievakuasi ke RSUD Wamena menggunakan ambulans, kemudian dibawa ke Sinakma menuju Kompleks Woken di Kampung Sapalek, Distrik Papua," Ujar Faizal Ramadhani dalam keteranganya yang diterima RRI pada Kamis (12/6/2025).

Sementara itu KKB Egianus Kogoya mengakui bahwa dua anggotanya hilang.

Salah satunya telah diidentifikasi sebagai Pionus Gwijangge alias Perampok Gwijangge, sedangkan satu anggota lainnya hingga kini belum ditemukan dan diduga mengalami patah kaki.

Selain menewaskan satu anggota KKB, aparat juga mengamankan barang bukti berupa dua ons ganja yang diduga milik Egianus Kogoya.

Hasil pemeriksaan handphone milik Egianus Kogoya yang telah berhasil diamankan, ditemukan dokumentasi berupa foto dan video yang memperlihatkan Egianus tengah berada di kebun ganja miliknya di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo.

Kebun tersebut diduga kuat dikelola oleh KKB Egianus Kogoya dan kelompoknya. Ganja hasil panen telah dikemas dalam bungkusan siap edar.

Berdasarkan hasil uji oleh Laboratorium Forensik Polda Papua, diketahui dengan barang bukti 1 bungkus, 1 plastic klip Besar yang berisikan daun, Biji dan Batang Kering dengan berat Netto 216,59 gram dengan pemilik atau tersangka Pionus Gwijangge alias Perampok Gwijangge.

Pada lokasi penemuan barang bukti, tim juga menemukan amunisi, tepatnya di Kampung Maima, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui jumlah amunisi yang ditemukan sebanyak 25 butir kaliber 9 mm.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....