Pensiunan Polisi Gugur Ditembak OTK di Puncak Jaya
- 09 Apr 2025 07:48 WIB
- Nabire
KBRN, Puncak Jaya: Suasana duka menyelimuti tanah Papua usai insiden tragis menimpa pensiunan polisi, Iptu (Purn) Djamal Renhoat. Ia meregang nyawa akibat ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) di kios miliknya, Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia.
Peristiwa memilukan itu terjadi Senin (7/4/2025) pukul 18.45 WIT, memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny, membenarkan penembakan terhadap mantan Kapolsek Mulia tersebut.
"Korban tertembak di pipi kanan, peluru menembus leher belakang," ungkapnya saat dikonfirmasi pada Selasa (8/4/2025). Kepolisian menyatakan korban sempat beraktivitas di kios miliknya sebelum insiden penembakan yang mengakhiri hidupnya.
Jenazah langsung dievakuasi menuju Kabupaten Mimika untuk disemayamkan dan dimakamkan sesuai rencana keluarga. Evakuasi dilakukan menggunakan pesawat Smart Cakrawala Aviation dari Bandara Mozes Kilangin, Timika.
Penerbangan berlangsung aman, dengan pesawat Cessna 208B/PK-SNA tiba kembali setelah evakuasi berlangsung efektif. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka di kawasan Kebun Sirih untuk penghormatan terakhir sebelum pemakaman.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara, membenarkan peristiwa dan mengungkap korban adalah mantan anggota Polres setempat. Menurutnya, pelaku penembakan langsung kabur setelah melakukan aksinya dan kini menjadi target pengejaran aparat.
Aparat gabungan TNI-Polri telah dikerahkan untuk mengejar pelaku serta memperkuat pengamanan wilayah rawan tersebut. Langkah antisipatif ini dilakukan demi mencegah aksi serupa serta menjaga ketenangan warga sekitar.
"Kami tingkatkan patroli dan pengamanan di lokasi kejadian serta area sekitarnya," ujar AKBP Kuswara. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan membantu aparat jika memiliki informasi penting.
Motif penembakan masih misterius, namun penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap dalang di balik kejadian ini. Polisi mengimbau warga agar tetap waspada terhadap aktivitas mencurigakan dan segera melaporkannya ke pihak berwenang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....