Kejari Geledah DPRK Nabire, Usut Korupsi Perjadis

  • 10 Jul 2025 20:00 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Kejaksaan Negeri Nabire melakukan penggeledahan di Kantor DPRK Nabire terkait dugaan korupsi perjalanan dinas (perjadis). Penggeledahan dilaksanakan Kamis, (10/7/2025), dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Nabire, Chrispo Simanjuntak didampingi Kasi Intel.

Chrispo Simanjuntak menjelaskan, penggeledahan dilakukan berdasar surat perintah Kajari dan izin dari Ketua Pengadilan Nabire. Ia menegaskan seluruh prosedur hukum telah ditempuh sebelum dilakukan penggeledahan di ruang sekretariat DPRK.

Tindakan tersebut merupakan bagian penyidikan dugaan korupsi dalam perjalanan dinas tahun anggaran 2023 lalu. Penyidik mendapati sejumlah barang bukti seperti tiket pesawat asli, bill hotel, dan dokumen DPA 2023.

“Semua dokumen tersebut kami sita guna kepentingan pembuktian penyidikan dugaan korupsi pada sekretariat DPRK,” ujarnya. Chrispo menambahkan, penyitaan juga mencakup item-item yang berkaitan langsung dengan proses pencairan anggaran.

Hingga kini, Kejari Nabire telah memeriksa 34 saksi termasuk anggota DPRK dan staf bagian keuangan serta persidangan. Staf terkait diperiksa karena diduga mengetahui proses pencairan dana dan mendampingi kegiatan perjalanan dinas.

Pihak hotel serta maskapai penerbangan yang digunakan pun turut dimintai keterangan oleh tim penyidik Kejaksaan. Penyidikan saat ini fokus pada kegiatan Bimtek anggota dewan ke Batam yang menelan anggaran sebesar Rp2 miliar.

“Dari total anggaran tersebut, potensi kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai Rp800 juta hingga Rp1 miliar,” ujarnya. Chrispo menegaskan bahwa angka tersebut merupakan estimasi sementara hasil audit bersama penyidik dan BPKP.

Perhitungan pasti atas kerugian negara kini masih dilakukan oleh tim penyidik dan BPKP Papua Tengah. Setelah hasil audit final keluar, penetapan tersangka segera dilakukan untuk menindaklanjuti proses hukum selanjutnya.

Terpisah Sekretaris Dewan DPRK Nabire, Derek Kambuaya saat dikonfirmasi awak media, enggan untuk memberikan keterangan. Ia langsung bergegas meninggalkan awak media dengan menaiki kendaraan pribadinya yang sebelumnya terpakir di garasi kantor DPRK Nabire.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....