Hidup di Era Digital: Lebih Dekat atau Justru Jauh?
- 26 Mar 2026 12:02 WIB
- Nabire
RRI.co.id Nabire: Sekarang, hampir semua orang punya gadget. Komunikasi jadi sangat mudah. Mau kirim pesan, video call, atau sekadar lihat kabar teman, semuanya bisa dilakukan dalam hitungan detik.
Dengan aplikasi seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok, kita bisa terhubung dengan siapa saja, kapan saja, di mana saja.
Sekilas, ini membuat kita terasa lebih dekat.
Tapi kalau dipikir lagi, apakah benar begitu?
Banyak orang sekarang lebih sering menatap layar dibandingkan berbicara langsung. Saat kumpul bareng teman, masing-masing sibuk dengan HP-nya. Duduk berdekatan, tapi terasa jauh.
Obrolan yang dulu hangat, sekarang sering tergantikan dengan chat singkat. Ekspresi wajah, nada suara, bahkan perasaan—kadang hilang di balik teks dan emoji.
Di sisi lain, media digital juga punya banyak manfaat. Kita bisa tetap terhubung dengan keluarga yang jauh, mendapatkan informasi dengan cepat, bahkan membangun relasi baru. Dunia terasa lebih luas dan terbuka.
Jadi sebenarnya, teknologi bukan masalahnya. Yang jadi pertanyaan adalah cara kita menggunakannya. Kalau digunakan dengan bijak, teknologi bisa mendekatkan yang jauh. Tapi kalau berlebihan, justru bisa menjauhkan yang dekat. Mungkin kita tidak perlu meninggalkan dunia digital. Tapi kita bisa mulai dari hal sederhana:
- Saat bersama orang lain, coba kurangi main HP
- Luangkan waktu untuk ngobrol langsung
- Lebih hadir, bukan hanya sekadar online
Kedekatan bukan soal seberapa sering kita terhubung di layar, tapi seberapa hadir kita dalam kehidupan nyata. Jadi, menurut anda
hidup di era digital ini bikin kita lebih dekat, atau justru makin jauh?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....