Ngopi, Nongkrong, atau Nabung?
- 26 Mar 2026 11:57 WIB
- Nabire
RRI.co.id Nabire: Sekarang ini, ngopi dan nongkrong sudah jadi bagian dari gaya hidup, terutama anak muda. Hampir setiap sore atau malam, kafe-kafe ramai. Entah itu buat ketemu teman, kerja, atau sekadar cari suasana baru.
Tapi di balik itu, ada satu pertanyaan sederhana: lebih baik ngopi, nongkrong, atau nabung?
Ngopi sebenarnya bukan masalah. Bahkan, buat sebagian orang, itu jadi cara melepas penat setelah seharian kerja atau kuliah. Nongkrong juga penting, karena kita butuh bersosialisasi, cerita, dan tertawa bareng teman.
Masalahnya mulai terasa ketika ini jadi kebiasaan yang terlalu sering.
Coba hitung sederhana. Sekali nongkrong bisa habis 30 sampai 50 ribu, bahkan lebih. Kalau dilakukan 3–4 kali seminggu, dalam sebulan bisa ratusan ribu sampai jutaan. Tanpa sadar, uang yang seharusnya bisa ditabung malah habis untuk hal yang sebenarnya tidak selalu penting.
Di sisi lain, nabung sering terasa “nanti saja”. Banyak yang berpikir, “nikmati dulu, nabung belakangan.” Padahal, kebiasaan kecil justru yang menentukan kondisi keuangan ke depan.
Bukan berarti harus berhenti nongkrong sama sekali. Hidup juga perlu dinikmati. Tapi mungkin yang perlu diubah adalah cara kita mengatur prioritas.
Misalnya:
- Kurangi frekuensi nongkrong
- Pilih tempat yang lebih terjangkau
- Atau mulai biasakan menyisihkan uang sebelum dipakai
Sederhana, tapi dampaknya besar. Ini bukan soal memilih salah satu. Anda tetap bisa ngopi, tetap bisa nongkrong, tapi juga tetap bisa nabung—asal tahu batasnya. Yang penting bukan seberapa sering Anda nongkrong, tapi seberapa bijak anda mengatur uang.
Jadi, sekarang pertanyaannya bukan lagi “ngopi, nongkrong, atau nabung?”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....