Film 'Bidaah' Asal Malaysia yang Viral di TikTok

  • 16 Apr 2025 09:42 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Film Bidaah yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial, terutama TikTok, baik di Malaysia maupun Indonesia, ternyata terinspirasi dari kisah nyata. Tokoh antagonis utama dalam film ini, Walid, merupakan gambaran dari pengalaman pribadi yang mengejutkan sang penulis sekaligus produser, Erma Fatima.

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram miliknya, Erma mengungkap bahwa ide cerita Bidaah lahir dari pengalamannya ketika bergabung dengan sebuah kelompok keagamaan yang belakangan diketahui memiliki ajaran menyimpang.

"Cerita ini berdasarkan kisah nyata. Beberapa tahun lalu, saya pernah menjadi bagian dari kelompok semacam itu," tutur Erma.

Pada awalnya, ajaran yang diterima di kelompok tersebut terlihat lurus dan sesuai syariat. Erma pun merasa nyaman mengikuti kegiatan belajar agama di sana. Namun, semua berubah drastis ketika seorang anggota perempuan muncul dan mengaku menjadi korban pelecehan oleh pemimpin kelompok tersebut.

"Suatu hari, seorang wanita dari jemaah datang dan bercerita bahwa pemimpin mereka telah menidurinya. Ternyata, bukan hanya dia yang mengalami hal itu. Ada banyak korban lain," lanjut Erma. Meski tidak menyebutkan nama kelompok secara eksplisit, publik mulai mengaitkannya dengan kasus besar yang sempat mengguncang Malaysia pada tahun 2024.

Film ini mengisahkan tentang Baiduri, seorang gadis muda dari keluarga yang sangat religius. Ibunya memaksanya bergabung dengan Jihad Ummah, kelompok keagamaan yang dipimpin oleh Walid Muhammad.

Pada awalnya, kelompok tersebut tampak sangat taat secara keagamaan. Namun seiring waktu, Baiduri mulai merasakan adanya penyimpangan. Beberapa praktik mencurigakan mulai muncul, seperti pernikahan paksa serta kewajiban untuk tunduk sepenuhnya kepada sang pemimpin.

Di sisi lain, Hambali—anak kandung Walid yang baru pulang dari studinya di Yaman—juga mulai mencurigai praktik-praktik aneh dalam kelompok tersebut. Hambali kemudian bekerja sama dengan Baiduri untuk mengungkap kebenaran dan melindungi orang-orang di sekitar mereka dari pengaruh ajaran sesat.

Cerita ini menggambarkan perjuangan Baiduri dan Hambali dalam menghadapi penyimpangan keagamaan serta pentingnya mempertahankan nalar kritis dalam beragama. Tak hanya menjadi tontonan yang menggugah emosi, Bidaah juga menyuarakan kritik sosial terhadap fenomena sekte keagamaan yang bisa menyesatkan.

Karakter Baiduri digambarkan sebagai sosok perempuan pemberani yang berani melawan ketidakadilan. Ia menjadi simbol bahwa perempuan juga memiliki kekuatan untuk bangkit dan memperjuangkan kebenaran.

Film ini tidak hanya menyajikan drama, tetapi juga memberikan pesan moral yang kuat. Dalam waktu kurang dari sebulan penayangan di platform VIU, Bidaah berhasil menduduki posisi teratas di Indonesia dan Malaysia, menandakan antusiasme tinggi dari para penonton.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....