Mimpi Perlahan Menjadi Nyata, Kota Nabire Papua Tengah
- 16 Jul 2024 08:42 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Dari tahun ke tahun harapan masyarakat Nabire mengingikan kemajuan dan perkembangan di kota ini. Dulu dikenal sebagai kota emas beruba menjadi kota jeruk hingga kota singkong. Dengan sumber daya alam begitu melimpah yang diberikan Tuhan untuk kota Nabire.
Harapan itu muncul pada tanggal 20 Desember 2017 presiden Joko Widodo datang meninjau lokasi lahan baru Bandar Udara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, yang dilanjutkan dengan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire 20 MW dan PLTMG Jayapura 50 MW di Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Bandara Douw Aturure yang baru tersebut akan menjadi bandara besar dan penghubung antar kabupaten karena keberadaan Nabire yang strategis di tengah Provinsi Papua, sehingga akan menjadi simpul bagi wilayah yang berada di sekitarnya, yaitu Timika, Paniai, Dogiyai, Diyai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak, Waropen, Wondama dan Kaimana. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah membangun terminal penumpang seluas 8.000 meter persegi. Pada tahap berikutnya dikembangkan menjadi 15.000 meter persegi.
Selain bandar udara, Kepala Negara juga memperbaiki dan memperbesar Pelabuhan Nabire. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo usai meninjau Pelabuhan Nabire, Kamis, 21 Desember 2017. Perluasan tersebut akan membuat Pelabuhan Nabire sebagai penghubung bagi enam kabupaten di sekitarnya.
Perlahan tapi pasti perkembangan dan kemajuan Kabupaten Nabire, menjadi kota yang lebih maju hingga saat ini menjadi Provinsi Papua Tengah. Sehingga, menjadi kebangaan bagi masyarakat Nabire, Provinsi Papua Tengah, baik di kepulauan, pesisir hingga pegunungan. Yang dulu hanya mimpi perlahan menjadi nyata, ini menjadi harapan masyarakat Nabire, Provinsi Papua Tengah agar daerah ini terus berkembang seperti dua Provinsi di Papua terdahulu yakni Papua dan Papua Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....