Akses sulit, Mobil Polisi Dipotong 32 Bagian Demi Tiba di Polres Intan Jaya

  • 12 Mei 2026 23:59 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Intan Jaya — Sebuah pemandangan tak biasa terlihat di halaman Mapolsek Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Potongan-potongan kendaraan dinas jenis Isuzu D-Max Double Cabin tampak berserakan dan sedang dirakit kembali oleh para mekanik.

Kendaraan tersebut diketahui merupakan mobil dinas milik Polres Intan Jaya yang sengaja dipotong menjadi 32 bagian agar bisa diangkut menggunakan pesawat perintis dari Nabire menuju Sugapa. Langkah ekstrem itu dilakukan karena akses transportasi darat menuju Intan Jaya yang hingga kini masih sangat terbatas.

Salah seorang mekanik, Yulius Senolinggi mengatakan, kendaraan tersebut dibongkar menjadi puluhan bagian sebelum diterbangkan menggunakan pesawat caravan dalam dua kali penerbangan charter.

“Mobil ini dipotong menjadi 32 bagian. Sekarang kami sementara merakit kembali seperti semula agar nanti bisa digunakan operasional. Pengerjaannya diperkirakan lebih dari dua minggu,” ujarnya.

Menurut Yulius, bagian-bagian kendaraan yang dikirim terdiri dari potongan bodi, sasis, mesin, gardan, transmisi, ban hingga perlengkapan interior kendaraan.

Sementara itu, Ps Kapolres Intan Jaya, Kompol Sofyan C.A Samakori menjelaskan, kendaraan tersebut sebenarnya sudah berada di Nabire selama dua tahun karena keterbatasan anggaran pengiriman menuju Intan Jaya.

Ia mengaku satu-satunya akses yang memungkinkan untuk membawa kendaraan ke wilayah pegunungan tersebut hanyalah melalui jalur udara.

“Kalau menggunakan helikopter biayanya sangat tinggi, sehingga kami terpaksa memotong kendaraan lalu mengirimkannya menggunakan pesawat charter dua kali penerbangan. Biaya charter pesawat mencapai Rp80 juta, sementara biaya bongkar pasang kendaraan sekitar Rp70 juta,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan itu, Polres Intan Jaya juga menghadapi minimnya sarana transportasi operasional. Saat ini mereka hanya memiliki satu unit mobil operasional aktif yang digunakan bersama untuk kebutuhan dinas Kapolres maupun patroli anggota.

“Selama ini kami melaksanakan tugas hanya menggunakan satu unit mobil. Tapi dalam melaksanakan tugas kami tidak boleh mengeluh, apapun kondisinya harus dijalani,” kata Samakori sambil tersenyum.

Tak hanya kendaraan, keterbatasan juga terlihat pada fasilitas kantor. Meski telah berdiri selama delapan tahun, Polres Intan Jaya hingga kini belum memiliki Mapolres permanen dan masih menggunakan gedung pinjam pakai eks guest house DPRD sebagai kantor pelayanan dan operasional.

Kondisi tersebut menjadi tantangan berat bagi personel kepolisian yang bertugas di wilayah rawan gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB), dengan medan geografis yang sulit dan ancaman keamanan yang tinggi.

“Status Polres Intan Jaya sudah delapan tahun, tetapi kami belum memiliki Mako permanen. Kami berharap ada perhatian dari pimpinan Polri dan pemerintah untuk mendukung pembangunan kantor serta penambahan kendaraan dan perlengkapan personel,” ungkapnya.

Keterbatasan sarana dan prasarana yang dialami Polres Intan Jaya menjadi gambaran nyata perjuangan aparat keamanan di wilayah pedalaman Papua Tengah dalam menjalankan tugas negara demi menjaga stabilitas keamanan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....