Harga Sayur Naik saat Kemarau, Pedagang Mengurangi Porsi

  • 30 Agt 2026 11:02 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Akibat kemarau yang berlangsung hampir 3 bulan di Kabupaten Nabire telah menyebabkan warga kekurangan persediaan air, termasuk para petani sayur di Nabire. Para petani sayur mengeluhkan tanaman sayur yang ditanam tidak dapat tumbuh optimal, menyebabkan beberapa para petani hasil panen berkurang.

Panen sayur yang berkurang menyebabkan harga meningkat di tingkat petani dan pedagang. Harga sayur bayam dan kangkung sebelumnya seikat 5 ribu rupiah saat ini melonjak hingga 10 ribu hingga 20 ribu rupiah per ikat. Mentimun di tingkat pedagang di pasar Karang Tumaritis mencapai 10 ribu rupiah per buah.

Kenaikan harga sayur mayur saat kemarau melanda Kabupaten Nabire, berdampak pada kegiatan usaha dan kebutuhan masyarakat. Salah satu pedagang gado-gado di Kelurahan Girimulyo, Lastri merasakan dampak kenaikan harga sayur tersebut.

"Ibu-ibu rumah tangga terutama di wilayah kota seperti saya merasakan kenaikan harga sayur, sawi, bayam dan kangkung juga mentimun," ujar Lastri saat dihubungi melalui telepon, Sabtu pagi, 29 Agustus 2026. Lastri mengatakan, harga jual gado-gado masih harga lama, tidak dinaikkan, tetapi porsi sayur pada menu gado-gado yang dikurangi sedikit.

"Pelanggan masih membeli gado-gado saya, karena mereka suka bumbu pecelnya, walau harga kacang tanah juga naik, tapi saya tidak menaikkan harga," ucapnya. Ia menjelaskan tantangan berjualan gado-gado saat kemarau, cuaca yang panas dan debu yang lebih banyak, sehingga ia harus memasang pelindung terhadap debu dan lebih sering membersihkan area tempat jualannya.

Lastri berharap agar musim kemarau cepat berakhir, warga tidak kesulitan lagi beraktivitas di luar rumah. "Para petani sayur bisa senang, tanaman sayurnya subur lagi dan harga sayur bisa turun, masyarakat tidak lagi susah air," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....