Usai Festival, UMKM Mimika Diharap Terus Berkembang dan Naik Kelas
- 11 Agt 2026 21:54 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika — festival usaha mikro, kecil, dan menengah atau umkm menjadi momentum bagi pemerintah dan pelaku usaha di kabupaten mimika untuk memperkuat ekonomi masyarakat. kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan hari ulang tahun umkm nasional ke-10 dan hari ulang tahun ke-81 kemerdekaan republik indonesia.
kepala dinas koperasi dan ukm kabupaten mimika, samuel yogi, mengatakan pelaksanaan festival umkm menjadi momen bersejarah bagi masyarakat mimika. menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kesiapan kabupaten mimika untuk ikut memeriahkan momentum nasional. "ini merupakan momen sejarah bagi kami kabupaten mimika. mereka tahu bahwa mimika siap untuk memeriahkan hari ulang tahun yang ke-81 dan juga hari ulang tahun yang ke-10 di tingkat nasional," ujarnya.
samuel menjelaskan, festival umkm tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga diharapkan mampu membuka ruang bagi lahirnya inovasi, pengembangan usaha, serta pelaku usaha baru. pemerintah daerah melalui dinas koperasi dan ukm bersama opd dalam rumpun ekonomi berkomitmen memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha.

"kami punya harapan bahwa bagaimana melalui festival ini untuk inovasi baru, pengembangan baru, untuk usaha baru, dan mereka bisa tahu apa itu festival umkm," kata samuel. ia juga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan layanan perizinan yang telah disediakan pemerintah melalui mal pelayanan publik atau mpp kabupaten mimika.
menurut samuel, kemudahan perizinan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung perkembangan umkm lokal. ia berharap seluruh pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas pemerintah sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memiliki legalitas yang jelas. "mpp ini salah satunya untuk memutus semua perizinan yang ada di kabupaten mimika, lebih khususnya untuk umkm yang ada di kabupaten mimika," jelasnya.
samuel juga mengajak seluruh masyarakat mimika, baik orang asli papua, masyarakat nusantara, masyarakat tujuh suku, labeti, anak cucu perintis, maupun masyarakat saipa, untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan sektor umkm. menurutnya, seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan mengembangkan usaha di kabupaten mimika.
"tidak ada istilah bahwa kamu dari orang papua, kamu dari nusantara, kamu dari labeti, kamu dari anak cucu perintis, begitu juga untuk masyarakat tujuh suku. waktunya untuk kita bersaing untuk umkm kabupaten mimika," tegas samuel.
ia berharap momentum festival umkm dapat menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar hingga tingkat nasional. samuel mengajak pelaku umkm yang hadir maupun yang belum berkesempatan mengikuti festival agar tetap bersemangat mengembangkan usaha masing-masing.
"waktunya untuk kita bersaing mengembangkan umkm kita menuju ke tingkat nasional. ini momen yang sejarah, ini kita sama-sama mengajak untuk umkm, baik yang hadir di dalam festival maupun tidak hadir dalam festival," ungkapnya.

sementara itu, salah satu pelaku usaha tanaman bunga kaptus , irma, berharap pemerintah tidak hanya melibatkan pelaku umkm ketika festival atau kegiatan tertentu. ia meminta perhatian dan dukungan terhadap pelaku usaha dapat dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui pemanfaatan media sosial dan pelibatan produk umkm dalam kegiatan pemerintah.
"harapannya ke depan itu jangan hanya setiap festival saja kita pelaku usaha dilibatkan. sekarang itu sudah banyak media sosial, alangkah baiknya kita juga dilibatkan, tapi jangan dipersulit," ujar irma.
irma menambahkan, pelaku umkm tidak hanya membutuhkan kesempatan saat ada kegiatan, tetapi juga pendampingan dalam jangka panjang, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital. ia berharap program digitalisasi tidak berhenti pada kegiatan peluncuran atau seremoni, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan yang mudah dipahami dan dapat diakses pelaku usaha. "seharusnya mesti ada dikembangkan, jadi nanti pendampingan panjang. jangan cuma seremonial, selanjutnya itu cuma jadi wacana, jadi beku begitu, tidak ada kelanjutannya seperti apa," pungkasnya.
Dengan adanya festival umkm ini, diharapkan masyarakat di luar papua dapat melihat begitu banyak karya dan produk lokal yang dihadirkan, mulai dari ukiran, rajutan tas seperti noken, berbagai macam kain batik papua, baju dan topi rajutan khas mama-mama papua, aneka ukiran kayu khas papua, kopi khas papua, hiasan kepala khas papua, aneka makanan, hingga tanaman bunga kaktus. seluruh produk tersebut diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat lokal dan nasional, tetapi dapat terus berkembang hingga ke tingkat internasional dan dikenal oleh lebih banyak orang.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....