Panen Perdana Melon Greenhouse, Bukti Pertanian Modern Tumbuh di Mimika
- 29 Jun 2026 17:59 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID,Mimika - Di tengah berkembangnya inovasi pertanian modern di Kabupaten Mimika, seorang pengusaha lokal asal Papua berhasil membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan produk pertanian berkualitas. Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), Yance Sani, sukses melakukan panen perdana melon hidroponik premium yang dibudidayakan menggunakan sistem greenhouse di lantai tiga sebuah bangunan. Inovasi tersebut menjadi yang pertama di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.
Panen perdana ini menghasilkan buah melon jenis Yellow Green dengan cita rasa manis dan bobot rata-rata 2,7 hingga 3 kilogram per buah. Sebagai bentuk apresiasi atas hasil uji coba yang dinilai berhasil, Yance menyiapkan melon premium tersebut untuk diserahkan kepada Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong. Buah yang telah dipanen dicuci hingga bersih, kemudian dikemas dalam parsel yang rapi sebelum diantarkan sebagai simbol keberhasilan produk pertanian UMKM Orang Asli Papua (OAP) binaan KAPP tahun 2026.
Yance menjelaskan, keberhasilan budidaya melon tersebut berawal dari pemanfaatan limbah peternakan ayam yang diolah menjadi pupuk organik tanpa menggunakan bahan kimia. Melalui proses fermentasi, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman dalam sistem tanam polybag dengan irigasi tetes. Menurutnya, seluruh bagian dari usaha peternakan dimanfaatkan sehingga tidak ada limbah yang terbuang.

Ia mengatakan, sistem greenhouse yang dibangun di atas lantai tiga merupakan uji coba pertama yang berhasil diterapkan di Mimika Papua Tengah. Berbeda dengan budidaya konvensional, metode ini memungkinkan seluruh proses budidaya dikendalikan, mulai dari serangan hama, sirkulasi udara, intensitas cahaya matahari melalui plastik UV, hingga kebutuhan nutrisi tanaman. Dengan sistem tersebut, risiko gagal panen dapat ditekan secara maksimal.
Dalam satu greenhouse terdapat sekitar 640 polybag. Setiap polybag dipelihara untuk menghasilkan dua buah melon dengan berat rata-rata 1,7 hingga 3 kilogram per buah. Dari kapasitas tersebut, Yance memperkirakan produksi sekali panen mampu mencapai sekitar tiga ton melon premium. Saat ini harga jual melon tersebut telah mencapai sekitar Rp75 ribu per kilogram.
Selain menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi tinggi, usaha tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Saat ini terdapat tiga pekerja yang terlibat, terdiri atas dua Orang Asli Papua dan satu pekerja non-Papua. Menurut Yance, para pekerja OAP tidak hanya dilibatkan sebagai tenaga kerja, tetapi juga dibina agar mampu mengembangkan usaha serupa secara mandiri di kemudian hari.

Yance berharap inovasi ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Papua untuk mulai menekuni sektor pertanian modern. Menurutnya, alasan tidak memiliki lahan bukan lagi menjadi hambatan, karena teknologi saat ini memungkinkan masyarakat bercocok tanam di berbagai tempat, bahkan di atas bangunan maupun di ruang terbatas. Ia mencontohkan negara-negara seperti Israel dan China yang mampu mengembangkan pertanian modern meski memiliki keterbatasan lahan.
Ke depan, Yance berencana mengembangkan budidaya melon jenis Gold serta mengombinasikan sistem greenhouse dengan penanaman cabai atau rica yang saat ini memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Ia juga menegaskan seluruh program tersebut merupakan bagian dari pembinaan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) kepada pelaku UMKM dan pengusaha lokal agar mampu menciptakan usaha mandiri berbasis inovasi, bukan hanya bergantung pada proyek pemerintah.
Menurut Yance, KAPP yang lahir dari semangat Otonomi Khusus Papua memiliki peran membangun jiwa kewirausahaan masyarakat Papua melalui berbagai sektor usaha, mulai dari peternakan, pertanian modern, hingga pengembangan UMKM. Ia berharap keberhasilan panen perdana melon hidroponik ini dapat menjadi contoh bahwa inovasi, teknologi, dan pemanfaatan sumber daya lokal mampu melahirkan pengusaha Papua yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....