BI Ungkap Tiga Instrumen untuk Jaga Stabilitas Rupiah
- 30 Sep 2026 14:24 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Bank Indonesia mengungkap tiga instrumen yang digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, yakni transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward atau DNDF, dan Non-Deliverable Forward atau NDF.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Rabu, 30 September 2026, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan ketiga instrumen tersebut digunakan untuk merespons dinamika nilai tukar rupiah dan kondisi di pasar valuta asing.
Erwin menjelaskan, transaksi spot dan DNDF difokuskan untuk kebutuhan stabilisasi di pasar domestik. Transaksi spot digunakan ketika terdapat kebutuhan valuta asing yang sifatnya segera dan tidak dapat ditunda.
Sementara itu, DNDF digunakan untuk kebutuhan valuta asing yang masih dapat ditunda. Instrumen ini dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk memenuhi kebutuhan kewajiban impor maupun pembayaran impor yang tidak harus dilakukan secara langsung.
Menurut Erwin, penggunaan DNDF juga menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia untuk mendorong berkembangnya instrumen lindung nilai atau hedging di pasar domestik. Dengan demikian, kebutuhan valuta asing yang tidak bersifat segera dapat dikelola melalui instrumen yang sesuai.
Selain pasar domestik, Bank Indonesia juga melakukan operasi di pasar NDF yang berlangsung di luar negeri. Aktivitas di pasar NDF tetap berjalan ketika perdagangan di pasar domestik Indonesia telah ditutup.
Erwin mengatakan, pergerakan di pasar NDF dapat memberikan rambatan terhadap pasar domestik, khususnya setelah pasar Indonesia ditutup pada pukul 15.00 WIB. Perdagangan NDF masih berlanjut di pasar Eropa dan Amerika Serikat sehingga pergerakannya dapat menjadi salah satu referensi bagi pelaku pasar.
Menurutnya, Bank Indonesia melakukan operasi di pasar NDF untuk mencegah rambatan pergerakan yang terutama berasal dari sentimen pasar, termasuk ketika terjadi perubahan tajam pada nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di pasar NDF tanpa didukung kebutuhan pasokan dan permintaan dolar AS di pasar domestik.
Erwin mencontohkan, ketika pasar domestik ditutup pada level tertentu kemudian muncul sentimen global yang mendorong pergerakan dolar AS terhadap rupiah di pasar NDF melewati level tersebut, kondisi itu dapat menjadi referensi bagi pelaku pasar ketika perdagangan domestik kembali dibuka pada hari berikutnya.
Penggunaan transaksi spot, DNDF, dan operasi di pasar NDF tersebut menjadi bagian dari respons Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan mempertimbangkan kondisi pasar domestik maupun perkembangan pasar keuangan global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....