Kemenkeu: Belanja Bunga Utang Dukung Ekonomi Dalam Negeri
- 20 Sep 2026 10:49 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja bunga utang hingga akhir Agustus 2026 mencapai sekitar Rp394,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar belanja bunga utang direalisasikan di dalam negeri dan dinilai turut mendukung perputaran aktivitas ekonomi nasional.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mengatakan realisasi belanja bunga utang yang beredar di dalam negeri mencapai Rp366,4 triliun. Sementara itu, belanja bunga utang untuk luar negeri tercatat sebesar Rp27,8 triliun.
"Artinya, belanja bunga yang kita realisasikan itu beredar di dalam negeri dan menjadi likuiditas dan sumber daya ekonomi untuk mendukung aktivitas ekonomi dalam negeri," ujar Suminto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 18 September 2026.
Menurut Suminto, realisasi pembiayaan utang hingga saat ini masih berjalan sesuai dengan desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Pemerintah menetapkan outlook defisit APBN sebesar 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Ia juga memastikan alokasi belanja utang masih dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pemerintah. Strategi pembiayaan hingga akhir tahun disebut masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dalam APBN 2026.
Suminto mengatakan pemerintah akan terus menjaga strategi pembiayaan agar tetap berjalan sesuai jalur. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah menjaga tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) agar tetap berada pada level yang sesuai dengan kondisi pasar.
"Jadi, dengan strategi yang on track, kami harapkan kami tetap dapat menjaga level imbal hasil dari SBN [Surat Berharga Negara] kita," tutur dia.
Di sisi lain, realisasi APBN hingga Agustus 2026 masih mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun. Angka tersebut setara dengan 0,93 persen terhadap PDB.
Meski APBN mengalami defisit, keseimbangan primer masih mencatat surplus sebesar Rp154 triliun. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang turut diperhatikan pemerintah dalam menjaga pengelolaan fiskal dan pembiayaan negara.
Realisasi belanja bunga utang yang mencapai Rp394,2 triliun tersebut menjadi bagian dari pengelolaan kewajiban pemerintah dalam APBN 2026. Kemenkeu memastikan strategi pembiayaan tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan anggaran sekaligus menjaga kondisi pasar Surat Berharga Negara.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan pembiayaan hingga akhir tahun agar kebutuhan anggaran dapat dipenuhi sesuai strategi yang telah ditetapkan. Dengan strategi pembiayaan yang berjalan sesuai rencana, pemerintah berharap pengelolaan utang tetap mendukung stabilitas fiskal dan aktivitas ekonomi dalam negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....