Rupiah Melemah ke Rp17.965 per Dolar AS, Arus Modal Asing Jadi Sorotan
- 25 Jun 2026 14:55 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis 25 Juni 2026 pagi. Mata uang Garuda tercatat turun 0,12 persen ke level Rp17.965 per dolar Amerika Serikat (AS), dipengaruhi penguatan dolar AS dan meningkatnya sentimen risiko di pasar keuangan domestik.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pelemahan rupiah terjadi seiring ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), masih berpeluang menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) hingga dua kali lagi pada tahun ini dengan total kenaikan sekitar 50 basis poin. Langkah tersebut diperkirakan dilakukan untuk menjaga inflasi AS tetap berada pada jalur target.
Penguatan dolar AS memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah. Namun, dampaknya tidak merata. Ringgit Malaysia justru menguat 0,52 persen setelah didukung pertumbuhan Foreign Direct Investment (FDI) yang mencapai 42,1 persen. Sementara peso Filipina, yen Jepang, baht Thailand, dan dolar Singapura juga bergerak di zona hijau.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi aksi jual investor di pasar saham setelah MSCI menunda keputusan terkait klasifikasi pasar saham Indonesia. Kondisi tersebut memicu meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset domestik.
Selain itu, Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun naik menjadi 91,31 dari posisi 86,95 pada 17 Juni lalu. Kenaikan CDS mencerminkan meningkatnya persepsi risiko investor terhadap instrumen keuangan Indonesia.
Laporan Samuel Sekuritas juga menunjukkan likuiditas pasar obligasi pemerintah mengalami penurunan. Volume transaksi Surat Utang Negara (SUN) tercatat turun 43,29 persen menjadi Rp23,7 triliun dibandingkan periode sebelumnya.
Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, menilai tekanan jual investor asing di pasar saham menjadi salah satu faktor yang mendorong depresiasi rupiah dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik guna menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
Lionel memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....