Bitcoin Melemah Jelang Iduladha, Volatilitas Kripto Sentuh Level Terendah

  • 27 Mei 2026 02:31 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pasar aset kripto kembali mengalami gejolak yang membuat volatilitas Bitcoin berada di level terendah dalam sembilan bulan terakhir. Hingga Selasa 26 Mei 2026 pukul 14.25 WIB, Bitcoin atau BTC tercatat berada di kisaran US$76.590 atau setara Rp1,36 miliar.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, arus perdagangan Bitcoin saat ini cenderung sepi seiring menurunnya aktivitas spekulatif di pasar kripto. Kondisi tersebut turut mengurangi permintaan terhadap opsi perlindungan aset digital.

Penurunan juga terlihat pada Bitcoin Volmex Implied Volatility Index yang turun ke level 36,11. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak September 2025 dan mendekati level terendah sejak 2023.

Indeks Volmex sendiri mencerminkan perkiraan volatilitas Bitcoin dalam 30 hari ke depan berdasarkan harga opsi kripto secara real-time di pasar global. Pada saat yang sama, Bitcoin masih bergerak di sekitar level US$77.000 dan kesulitan menembus angka US$80.000.

Posisi tersebut juga masih jauh dari capaian All Time High (ATH) Bitcoin pada Oktober tahun lalu yang sempat menembus lebih dari US$126.000. Selain itu, instrumen ETF Bitcoin Spot di pasar Amerika Serikat juga mengalami arus keluar bersih sekitar US$1 miliar sepanjang Mei 2026.

Salah satu pendiri Orbit Markets, Caroline Mauron, mengatakan rendahnya volatilitas Bitcoin membuat investor ritel mulai mencari peluang investasi lain di luar pasar kripto.

“Volatilitas Bitcoin mendekati level terendah sepanjang masa. Minat investor ritel dapat dimengerti beralih ke tempat lain untuk memanfaatkan peluang perdagangan lainnya, seperti yang juga terlihat dari data arus keluar ETF,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Investasi Ericsenz Capital, Damien Loh, menilai kondisi pasar global saat ini masih cukup positif bagi aset berisiko meskipun dana ETF Bitcoin mengalami tekanan.

Di sisi lain, Rajiv Sawhney dari Wave Digital Assets menjelaskan investor kini lebih banyak mengalihkan dana spekulatif ke sektor kecerdasan buatan atau AI dan saham semikonduktor. Kondisi tersebut membuat pergerakan harga Bitcoin semakin sulit mempertahankan kenaikan dalam jangka pendek.

Hingga Selasa siang, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$76.616 dan sempat menyentuh level terendah harian di angka US$76.451. Secara year to date atau sejak awal 2026, Bitcoin tercatat mengalami kontraksi sekitar 12,5 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....