OECD Revisi Inflasi Indonesia 2026 Jadi 3,4 Persen

  • 30 Mar 2026 19:57 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD merevisi proyeksi inflasi Indonesia pada 2026 menjadi lebih tinggi, yakni 3,4%, naik 0,3 poin persentase dibanding proyeksi sebelumnya 3,1%.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, OECD menyebutkan tekanan inflasi ini bersifat sementara dan diperkirakan akan mereda pada 2027 menuju level 2,6%. Tantangan inflasi dan pertumbuhan Indonesia tidak lepas dari guncangan harga energi dan pupuk global yang meningkat pasca eskalasi konflik di Timur Tengah.

Insert Narsum: “Bank Indonesia diperkirakan akan tetap menjaga suku bunga moderat untuk menahan volatilitas rupiah dan menjaga inflasi tetap terkendali,” ujar ekonom senior, Dr. Hendra Pratama.

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi sepanjang 2025 mencapai 2,92% secara tahunan, melonjak dibanding inflasi 2024 yang 1,57%. OECD juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dari 5% menjadi 4,8%, sementara 2027 diperkirakan tumbuh 5%, lebih rendah dari target APBN 2026 yang sebesar 5,4%.

OECD menekankan bahwa prospek pertumbuhan global melambat ke 2,9% pada 2026 dari 3,3% pada tahun lalu, sebelum naik sedikit ke 3% pada 2027. Lonjakan harga energi diperkirakan akan menekan permintaan global, sementara bank sentral di berbagai negara, termasuk Indonesia, diharapkan tetap menjaga suku bunga moderat untuk menahan gejolak ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....