Bitcoin Terjun 47% dari Rekor, Pasar Kripto Terguncang

  • 20 Feb 2026 09:28 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Tekanan jual kembali menghantam pasar kripto. Bitcoin ambles nyaris 50% dari rekor tertingginya setelah pasar mencerna notulensi terbaru Federal Reserve yang menunjukkan perpecahan sikap pejabat bank sentral AS terkait arah suku bunga.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, pada perdagangan Kamis 19 Februari 2026 kemarin pukul 14.10 WIB, Bitcoin turun 1,08% ke level 67.060 dolar AS. Secara year-to-date (ytd), aset kripto terbesar di dunia ini masih terkontraksi 24%. Dari puncaknya di 125.689 dolar AS pada Oktober lalu, koreksi telah mencapai sekitar 47% point-to-point.

Kondisi ini menandai fase risk-off yang makin kuat di pasar aset digital.

Altcoin Rontok, Kapitalisasi Pasar Menyusut

Aksi jual tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Berdasarkan data CoinMarketCap:

XRP turun 4% dalam 24 jam

Solana melemah 2,92%

Ethereum terkoreksi 0,9%

Tekanan serentak ini mencerminkan arus dana yang keluar dari aset berisiko tinggi, seiring meningkatnya preferensi investor terhadap instrumen safe haven seperti emas dan obligasi pemerintah AS.

Notulensi The Fed Picu Mode Wait and See

Notulensi terbaru Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menunjukkan dua kubu: sebagian pejabat membuka ruang pemangkasan suku bunga jika inflasi menuju target 2%, sementara lainnya siap mendukung kenaikan suku bunga bila tekanan harga tetap tinggi.

Data CME FedWatch Tools mencatat probabilitas suku bunga tetap di kisaran 3,5%–3,75% pada pertemuan Maret melonjak ke 93,6%. Artinya, ekspektasi pelonggaran moneter dalam waktu dekat praktis tertutup, terlebih setelah data tenaga kerja AS dirilis lebih kuat dari perkiraan.

Sinyal kebijakan yang cenderung hawkish ini menjadi katalis negatif bagi aset spekulatif, termasuk kripto.

Ujian Berikutnya: Data Inflasi PCE

Pasar kini mengalihkan fokus ke rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index, indikator inflasi favorit The Fed.

Jika inflasi PCE kembali menguat di atas ekspektasi, imbal hasil obligasi dan dolar AS berpotensi melanjutkan reli. Kombinasi tersebut secara historis menjadi tekanan ganda bagi Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Dengan lanskap suku bunga yang masih ketat dan volatilitas makro yang tinggi, pasar kripto tampaknya masih berada dalam fase konsolidasi bearish jangka pendek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....