Kaleidoskop Kripto 2025, Peretasan Terbesar Sepanjang Sejarah

  • 27 Des 2025 10:29 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Sepanjang tahun 2025, kasus peretasan aset kripto tercatat mencapai nilai fantastis. Data Chainalysis dan TRM Labs mengungkap, total koin kripto yang dicuri hacker sepanjang tahun ini mencapai 2,7 miliar dolar AS atau setara Rp45,02 triliun.

Firma pemantau blockchain mencatat, sasaran peretasan meliputi bursa kripto, proyek Web3, hingga platform decentralized finance atau DeFi. Salah satu kasus terbesar menimpa bursa kripto Bybit yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, dengan nilai pencurian mencapai US$1,4 miliar.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, manajemen Bybit telah mengakui terjadinya peretasan. CEO Bybit, Ben Zhou, menyatakan peretas berhasil mengambil alih cold wallet Ethereum tertentu yang telah ditandatangani, kemudian mentransfer seluruh ETH ke alamat yang tidak teridentifikasi.

Meski demikian, pihak Bybit menegaskan dana investor tetap aman. Salah satu pendiri dan CEO perusahaan keamanan blockchain Halborn, Rob Behnke, menyebut kasus peretasan Bybit sebagai aksi peretasan kripto terbesar dalam sejarah.

Sebelumnya, pada 2021, peretasan besar juga menimpa Poly Network dengan kerugian mencapai 611 juta dolar AS. Setahun kemudian, serangan kembali terjadi pada Ronin Network dan Poly Network dengan nilai kerugian masing-masing 624 juta dolar AS dan 611 juta dolar AS.

Dalam kasus Bybit, dugaan pelaku mengarah pada kelompok peretas asal Korea Utara. TechCrunch melaporkan, kelompok ini dikenal sebagai pihak paling aktif yang menargetkan aset kripto dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar dana curian Bybit disebut telah dicampur dengan hasil pencurian lain yang terkait dengan kelompok peretas Lazarus Group, sebagaimana dilaporkan Gizmodo.

Perusahaan keamanan Web3 De.Fi yang mengelola basis data REKT juga memperkirakan total kerugian akibat peretasan kripto pada 2025 mencapai 2,7 miliar dolar AS. Sementara Chainalysis dan Elliptic menaksir peretas asal Korea Utara telah mencuri sedikitnya 2 miliar dolar AS kripto sepanjang tahun ini.

Sejak 2017, total aset kripto yang berhasil dikuasai kelompok peretas Korea Utara diperkirakan mencapai 6 miliar dolar AS. Dana tersebut diduga digunakan untuk membiayai pengembangan program senjata nuklir negara tersebut.

Selain Bybit, sejumlah kasus besar lainnya sepanjang 2025 meliputi serangan terhadap bursa terdesentralisasi Cetus dengan kerugian US$223 juta, peretasan protokol Balancer senilai US$128 juta, serta pencurian aset kripto di bursa Phemex yang menyebabkan kerugian lebih dari 73 juta dolar AS.

Data menunjukkan, aktivitas kejahatan siber terhadap bursa kripto dan proyek DeFi belum menunjukkan tanda perlambatan. Pada periode sebelumnya, nilai kripto yang dicuri tercatat sebesar 2,2 miliar dolar AS, sementara pada 2023 mencapai 2 miliar dolar AS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....