Menko Perekonomian: Pengguna QRIS Tembus 58 Juta Orang
- 29 Nov 2025 21:31 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa penggunaan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus melesat di Indonesia. Saat ini tercatat sebanyak 58 juta masyarakat telah menggunakan QRIS, jauh melampaui jumlah pengguna kartu kredit yang hanya sekitar 18 juta orang.
Hal itu disampaikan Airlangga dalam Pertemuan Tahunan 2025 Bank Indonesia, Jumat (28/11/2025). Menurutnya, QRIS telah melibatkan sekitar 40 juta merchant di seluruh Indonesia dan menjadi instrumen utama dalam mendorong transaksi nontunai nasional.
“Optimalisasi QRIS sudah digunakan 58 juta konsumen dengan melibatkan 40 juta merchant, sementara kartu kredit hanya 18 juta,” ungkap Airlangga yang dikutip dari Bloomberg Technoz.
Selain itu, optimalisasi kerja sama lintas negara juga terus diperluas. Saat ini enam negara telah menjadi mitra QRIS lintas batas, yakni Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Malaysia, Thailand, dan China. Bahkan, uji coba implementasi QRIS juga sedang dilakukan di China dan Arab Saudi.
Dari sisi kebijakan moneter, Airlangga menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 125 basis poin sepanjang 2025. Saat ini, BI Rate berada di kisaran 4,75 persen, yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan kredit usaha serta belanja masyarakat.
Airlangga juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa realisasi investasi nasional periode Januari–September 2025 mencapai Rp1.424 triliun, atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan. Sementara itu, hingga 24 November 2025, realisasi belanja kementerian dan lembaga telah mencapai Rp1.900 triliun, serta program prioritas Presiden sebesar Rp213 triliun.
Berbagai indikator tersebut, menurut Airlangga, menunjukkan bahwa risiko pertumbuhan ekonomi nasional hingga tahun depan masih berada dalam kondisi terkendali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....