Kekayaan Taipan RI Tertekan, Prajogo Pangestu Susut Rp7,15 T

  • 30 Sep 2026 14:27 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kekayaan sejumlah orang terkaya di Indonesia ikut tertekan seiring dengan guncangan yang terjadi di pasar saham Tanah Air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup melemah 0,43%, sementara sepanjang tahun berjalan mengalami penurunan hingga 28,86%.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, sejumlah taipan Indonesia mencatat penyusutan kekayaan dalam satu hari perdagangan maupun secara year-to-date (YTD) sepanjang 2026. Penurunan tersebut terjadi seiring dengan tekanan pada pasar saham domestik.

Prajogo Pangestu mencatat penurunan kekayaan harian terbesar di antara nama-nama dalam daftar tersebut. Kekayaan Prajogo tercatat Rp321,97 triliun, berkurang Rp7,15 triliun dalam satu hari dan turun Rp502,63 triliun secara YTD.

Tekanan juga terjadi pada Low Tuck Kwong. Kekayaannya tercatat sebesar Rp296,92 triliun, setelah mengalami penyusutan Rp1,78 triliun dalam satu hari. Secara YTD, kekayaannya berkurang Rp96,59 triliun.

Sementara itu, Budi Hartono mencatat kekayaan sebesar Rp257,57 triliun. Nilai tersebut turun Rp3,57 triliun dalam satu hari dan berkurang Rp87,64 triliun sepanjang 2026.

Kekayaan Sukanto Tanoto juga mengalami penurunan. Kekayaannya tercatat Rp411,4 triliun, dengan penyusutan Rp1,78 triliun dalam satu hari. Namun secara YTD, kekayaannya masih tercatat meningkat Rp23,25 triliun.

Selanjutnya, kekayaan Anthoni Salim tercatat Rp236,11 triliun. Nilai kekayaannya berkurang Rp50,08 triliun secara YTD, sementara perubahan dalam satu hari pada data tersebut tidak tercatat.

Dato Sri Tahir juga mengalami penurunan kekayaan secara YTD. Kekayaannya tercatat sebesar Rp202,12 triliun, dengan nilai kekayaan berkurang Rp42,92 triliun sepanjang tahun berjalan.

Sementara itu, Otto Toto Sugiri, salah satu pendiri sekaligus Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII), tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp146,67 triliun. Kekayaannya mengalami penurunan Rp12,52 triliun secara YTD.

DCII merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan layanan pusat data. Perubahan nilai kekayaan para taipan tersebut turut mencerminkan pergerakan nilai kepemilikan saham dan kondisi pasar yang memengaruhi aset mereka.

Secara keseluruhan, tekanan pasar saham tercermin pada perubahan nilai kekayaan sejumlah orang terkaya di Indonesia. Pergerakan tersebut dapat berubah mengikuti dinamika harga saham dan kondisi pasar pada periode berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....