Freeport Ajukan Perpanjangan IUPK untuk Operasi Pascatahun 2041

  • 04 Agt 2026 20:16 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mengajukan permohonan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebagai langkah untuk memastikan keberlanjutan operasional tambang setelah tahun 2041. Pengajuan tersebut dilakukan seiring dengan penandatanganan nota kesepahaman mengenai perpanjangan IUPK dan rencana divestasi tambahan saham kepada Pemerintah Indonesia.

Melansir Bloomberg Technoz, perusahaan induk PTFI, Freeport-McMoRan Inc. (FCX), mengungkapkan bahwa permohonan perpanjangan IUPK telah diajukan pada Juni 2026. Saat ini, Freeport Indonesia bersama pemerintah masih menyelesaikan proses perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam laporan keuangan terbarunya, FCX menyatakan perpanjangan IUPK diharapkan dapat memberikan kepastian bagi kelangsungan operasi tambang berskala besar di kawasan mineral Grasberg, Papua Tengah. Selain itu, perpanjangan izin juga dinilai membuka peluang pengembangan sumber daya mineral di masa mendatang.

FCX menjelaskan bahwa nota kesepahaman yang telah ditandatangani mencakup rencana divestasi tambahan sebesar 12 persen saham PT Freeport Indonesia kepada pemerintah melalui PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID). Proses divestasi tersebut direncanakan berlaku mulai tahun 2041 tanpa biaya pembelian saham, dengan ketentuan MIND ID mengganti biaya investasi yang dikeluarkan FCX setelah periode tersebut berdasarkan nilai buku.

Melalui skema tersebut, FCX akan mempertahankan kepemilikan sebesar 48,76 persen di PT Freeport Indonesia hingga tahun 2041. Setelah divestasi tambahan dilaksanakan, kepemilikan perusahaan diproyeksikan menjadi sekitar 37 persen mulai tahun 2042.

Selain mengatur perpanjangan izin usaha, nota kesepahaman juga memuat komitmen untuk memperkuat hilirisasi mineral di dalam negeri. Freeport Indonesia akan memprioritaskan penjualan tembaga olahan, logam mulia, asam sulfat, dan produk turunannya ke pasar domestik, sekaligus membuka peluang perluasan pemasaran tembaga olahan ke Amerika Serikat apabila terdapat kebutuhan tambahan pasokan.

Perusahaan juga menyatakan akan meningkatkan dukungan bagi masyarakat Papua melalui bantuan pembangunan rumah sakit baru, pengembangan dua fasilitas pendidikan medis, serta memperluas kegiatan eksplorasi guna mengidentifikasi sumber daya mineral jangka panjang dan peluang ekspansi operasi di masa depan.

Ketua Dewan Direksi FCX Richard Adkerson bersama CEO FCX Kathleen Quirk menegaskan pihaknya menghargai kemitraan jangka panjang dengan Pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua. Menurut mereka, keberlanjutan operasi Grasberg diharapkan terus memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus mendukung pengelolaan salah satu cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....