Bukalapak Rugi Rp425 Miliar, Ekspansi Digital Belum Optimal
- 29 Apr 2026 10:59 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat rugi bersih sebesar Rp425,8 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari laba Rp11,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan tekanan kinerja perseroan di tengah agresivitas ekspansi bisnis digital.
Pada kuartal I-2026, Dilansir dari Bloomberg Technoz, Bukalapak masih mencatat pertumbuhan pendapatan neto menjadi Rp2,37 triliun atau naik 62,7% secara tahunan. Namun, kenaikan ini belum cukup untuk menjaga profitabilitas perusahaan.
Pendapatan yang meningkat tersebut justru diiringi oleh kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp2,21 triliun dari sebelumnya Rp1,33 triliun. Kenaikan biaya ini membuat margin keuntungan perusahaan semakin tertekan.
Tekanan kinerja semakin dalam akibat lonjakan rugi nilai investasi yang mencapai Rp587,4 miliar. Angka ini melonjak tajam dibandingkan Rp125,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu dan menjadi faktor utama pembalik arah laba menjadi rugi.
Dari sisi operasional, rugi usaha Bukalapak melebar menjadi Rp519,1 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekspansi bisnis dan investasi yang dilakukan belum sepenuhnya menghasilkan efisiensi yang diharapkan.
Sementara itu, posisi kas dan setara kas perseroan tercatat menurun menjadi Rp13,45 triliun per akhir Maret 2026, dari Rp16,21 triliun pada akhir 2025. Penurunan ini sejalan dengan arus kas investasi yang cukup besar sepanjang periode berjalan.
Di tengah dinamika tersebut, perkembangan kinerja emiten teknologi seperti Bukalapak turut menjadi perhatian pelaku pasar di daerah, termasuk Papua Tengah dan Nabire, seiring meningkatnya adopsi ekonomi digital dan perdagangan daring di wilayah timur Indonesia.
Pertumbuhan transaksi digital di daerah seperti Papua Tengah dinilai masih memiliki potensi besar, namun tantangan infrastruktur dan literasi digital menjadi faktor yang memengaruhi kecepatan penetrasi platform e-commerce.
Secara keseluruhan, kinerja kuartal I-2026 menunjukkan Bukalapak masih berada dalam fase penyesuaian bisnis, di mana pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan biaya dan investasi yang tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....