Kerugian Merdeka Copper Gold Melebar Jadi Rp1,03 Triliun
- 31 Mar 2026 10:40 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat kerugian sebesar US$62,06 juta atau sekitar Rp1,03 triliun sepanjang tahun 2025. Kerugian ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$55,76 juta.
Melansir dari Bloomberg Technoz, kerugian emiten tambang yang terafiliasi dengan grup Saratoga dan Boy Thohir tersebut bahkan melampaui perkiraan konsensus analis yang sebelumnya hanya memproyeksikan kerugian sekitar US$24 juta.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, MDKA membukukan pendapatan sebesar US$1,89 miliar sepanjang 2025. Angka ini turun sekitar 15,38 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai US$2,23 miliar.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan tercatat sebesar US$1,67 miliar, sementara beban usaha mencapai US$146,68 juta. Kondisi tersebut membuat laba usaha perseroan menyusut dan kemudian tertekan oleh beban keuangan sebesar US$128,71 juta.
Analis investasi dari Stockbit Sekuritas memperkirakan kerugian MDKA dipicu oleh tingginya beban operasional terkait persiapan commercial operation date (COD) tambang emas Pani yang dioperasikan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Selain itu, entitas anak usaha tersebut juga mencatat rugi bersih sebesar US$27,49 juta sepanjang 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$13,32 juta.
Tekanan terhadap kinerja MDKA juga diperkirakan berasal dari beberapa proyek lain, termasuk proyek Wetar serta penurunan volume penjualan emas dari proyek Tujuh Bukit yang turut mempengaruhi pendapatan perusahaan sepanjang tahun lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....