Freny Anouw Pimpin KPA Provinsi, Ini yang Akan Dikerjakan

  • 30 Apr 2025 07:46 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Gubernur Papua Tengah secara resmi mengangkat Freny Anouw sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah untuk masa bakti 2025 hingga 2030. Penunjukan ini disampaikan melalui surat keputusan (SK) yang telah diterima Freny dan timnya.

Usai menerima SK tersebut, Freny menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah dan melaksanakan tugas yang dipercayakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara maksimal. Menurut Freny, pihaknya akan segera melaksanakan berbagai langkah strategis dalam upaya penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di wilayah Papua Tengah.

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah pembentukan KPA di delapan kabupaten. Dari sana, program-program yang telah berjalan sebelumnya akan dievaluasi. Program yang sudah baik akan ditingkatkan, sementara program yang belum maksimal akan diperbaiki agar lebih efektif dan menyentuh sasaran.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Selasa (29/4/2025), Freny mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka penderita HIV/AIDS di Papua Tengah. Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga saat ini terdapat 20.023 kasus positif HIV/AIDS yang telah terkonfirmasi dari hasil pemeriksaan medis.

Angka ini dianggap sebagai kondisi yang mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak, termasuk masyarakat secara luas. Sebagai langkah awal, KPA Papua Tengah akan melakukan sosialisasi di seluruh wilayah, termasuk hingga ke tingkat RT dan RW.

Selain membentuk struktur KPA hingga ke tingkat kabupaten dan distrik, pihaknya juga akan merekrut relawan yang disebut “Kaki Abu” untuk membantu pelaksanaan program-program penanggulangan HIV/AIDS secara langsung di masyarakat. Ini sejalan dengan visi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, yang ingin memberdayakan masyarakat dalam penanganan masalah kesehatan.

Freny menambahkan, KPA Papua Tengah memiliki empat divisi yang akan bekerja secara sinergis menjalankan setiap program kerja. Selain itu, sejumlah staf ahli juga telah disiapkan untuk membantu merancang strategi dan langkah penanganan yang tepat sasaran. Fokus utama mereka adalah menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga komunitas adat, melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi.

Program-program yang akan dilaksanakan mencakup sosialisasi ke berbagai lini masyarakat seperti sekolah, paguyuban, hingga tempat ibadah. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pencegahan dan edukasi, tetapi juga pada penguatan iman dan taqwa agar masyarakat memiliki benteng spiritual yang kuat dalam menghadapi tantangan sosial dan kesehatan, termasuk HIV/AIDS.

KPA Papua Tengah juga akan melakukan pendataan ulang terhadap warga yang telah teridentifikasi sebagai pengidap HIV/AIDS. Tujuannya adalah agar langkah penanganan lanjutan dapat disusun berdasarkan data akurat dan menyeluruh.

Dalam waktu dekat, KPA juga berencana memprogramkan pembangunan klinik pengobatan khusus bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA), agar mereka mendapatkan layanan kesehatan yang layak, terarah, dan manusiawi.

Melalui berbagai langkah ini, Freny Anouw dan tim KPA Papua Tengah berharap dapat menekan angka penyebaran HIV/AIDS di wilayahnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada KPA, tetapi juga memerlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk relawan, tokoh adat, tokoh agama, serta instansi pemerintah dan swasta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....