Perangkat Internet Membantu Kebutuhan Informasi Warga Kampung Goni

  • 28 Nov 2025 19:59 WIB
  •  Nabire

Di era modern saat ini, Kebutuhan untuk mengakses informasi melalui internet sangat dibutuhkan oleh masyarakat, termasuk masyarakat di kampung-kampung yang jauh dari kota, salah satunya masyarakat di Kampung Goni Distrik Teluk Umar Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah.

Akses tranportasi dari Kota Nabire ke Kampung Goni hanya dapat ditempuh melalui transportasi laut, umumnya warga menggunakan perahu bermesin, dengan waktu tempuh bervariasi yaitu 3,5 hingga 7 jam, tergantung kondisi cuaca dan mesin perahu, jika lautan teduh dan mesin perahu yang digunakan berkapasitas besar maka waktu tempuh hanya berkisar 3,5 jam.

Frans Yan Sadi, Kepala suku besar di 3 wilayah yaitu Kampung Goni, Yeretuar dan Seguer, saat dihubungi RRI, Jumat (28/11/2025), mengatakan masyarakat di Kampung Goni, Yeretuar dan Seguer pada beberapa waktu terakhir ini telah menikmati akses internet, walau belum seluruhnya warga menikmatinya.

Di Kampung Goni, hanya terdapat beberapa perangkat internet yang terpasang. "Perangkat internet itu ada yang dibeli sendiri, ada juga bantuan dari pihak lain, penggunaannya perangkat internet itu juga oleh masyarakat pada jarak tertentu, sehingga warga yang membutuhkan akses internet, datang ke sejumlah rumah yang ada terpasang alat itu," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, pernah ada bantuan dari pemerintah pusat berupa program BAKTI, namun alat tersebut telah lama rusak. "Masyarakat kesulitan mengakses informasi dan komunikasi sehingga masyarakat banyak yang ke kota untuk sekedar menelpon kerabat, saudara ataupun anak mereka yang berada di lain daerah," jelasnya.

Frans Sadi juga mengungkapkan, keterbatasan di Kampung Goni perlu perhatian pemerintah daerah dan pusat, yaitu pada kebutuhan akses informasi melalui internet, akses jalan darat, kesehatan, pendidikan dan lainnya. "Sementara ini akses informasi melalui internet sudah cukup bagus namun belum semua warga mendapatkannya karena perangkat internet ini harganya cukup mahal, tidak semua warga mampu membelinya," ungkapnya.

ia berharap kebutuhan lainnya juga dapat terpenuhi melalui program pembangunan, salah satunya akses transportasi darat. masyarakat di 3 kampung itu kadang mengalami kesulitan ke kota ketika cuaca di laut sedang badai dan berombak. "Masyarakat ke kota karena untuk menjual hasil bumi dan berbelanja kebutuhannya untuk dibawa kembali ke kampung," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....