Kapal Perintis Terkendala, Muara Pulau Tiga Harus Dikeruk
- 09 Jul 2025 14:38 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Pelayaran menuju Distrik Jita kini terganggu akibat pendangkalan sungai dan muara Pulau Tiga Mimika. Kondisi ini menghambat KM Sabuk Nusantara 114 berlayar menuju dermaga Sipu-Sipu sebagaimana mestinya.
Masyarakat Mimika Timur Jauh, Jita, dan Agimuga merasa sangat terbantu dengan kehadiran kapal Sanus 114. Kapal tersebut melayani rute dari kampung menuju Timika, mempermudah transportasi dan kegiatan sosial ekonomi.
Namun pelayaran terganggu karena dangkalnya jalur laut menyebabkan kapal kesulitan saat hendak berlabuh. Tak jarang perahu motor harus didorong oleh penumpang akibat tersangkut di area dangkal sepanjang jalur.
John N.R Gobay, Anggota DPRP Papua Tengah, mengaku perjuangkan kapal ini sejak masih di DPR Papua. Ia membawa aspirasi masyarakat Mimika ke Kementerian Perhubungan demi realisasi jalur pelayaran ke Jita.
Setelah lobi panjang, KM Sabuk Nusantara 114 akhirnya layani pelayaran dari Pomako ke Jita dan Agats. Kapal ini menjadi penghubung penting antara masyarakat pesisir Mimika dan wilayah Papua bagian selatan.
Kapal sempat berlayar satu kali ke Jita disambut adat masyarakat sebagai wujud syukur atas pelayaran itu. Namun sejak saat itu, pelayaran terhenti karena kapal sulit menembus jalur laut yang telah mengalami pendangkalan.
Terdapat tiga titik rawan dangkal mulai dari Pulau Tiga, Sungai Muras Besar hingga Sungai Agimuga. Pelayaran sejauh 20 mil laut sangat sulit dilalui tanpa pengerukan di beberapa titik kritis yang menghambat.
"Nahkoda KM Sanus 114 menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa lanjut layani rute Jita. Alasan keselamatan kapal, kru, dan penumpang jadi pertimbangan utama dalam menunda pelayaran berikutnya," ucap John Gobay mengutip pesan dari Nahkoda Kapal KM Sanus 114.
"Kapal baru dapat beroperasi normal apabila kedalaman muara dan alur pelayaran telah diperbaiki total. Pemasangan rambu laut juga dibutuhkan agar kapal mudah navigasi dan tidak mengalami karam di tengah perjalanan."
John Gobay mendesak Pemprov Papua Tengah, Pemkab Mimika dan Freeport segera keruk muara Pulau Tiga. Pihak-pihak ini diminta bertanggung jawab atas situasi pendangkalan yang mempersulit mobilitas masyarakat.
Menurut John, pendangkalan ini terjadi akibat tailing Freeport yang terbawa arus hingga menumpuk di muara. Freeport diminta sadar bahwa aktivitas industri mereka turut menyumbang pada sedimentasi di pesisir Mimika.
Jika pengerukan dilakukan, kapal akan kembali layani warga Jita dengan lancar dan beroperasi tanpa hambatan. Keberadaan kapal ini vital bagi masyarakat pesisir selatan Mimika dalam mengakses layanan publik dan ekonomi.
Peran aktif semua pihak sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan jalur laut ini demi kepentingan rakyat. John Gobay berharap, solusi konkret segera diwujudkan demi masyarakat yang rindu transportasi laut yang layak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....