Kapal Perintis Sanus 58 Resmi Layani Distrik Yaur

  • 09 Jan 2025 23:36 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Warga Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, kini memiliki akses transportasi laut yang lebih baik dengan beroperasinya Kapal Perintis Sabuk Nusantara (Sanus) 58. Kapal ini pertama kali bersandar di Yaur pada Rabu (8/1/2025) pagi, disambut oleh sejumlah tokoh masyarakat, unsur tripika, serta Kepala Distrik Yaur, Martina Hamberi, di Kwatisore.

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua, periode 2019-2024, John N.R. Gobay, mengungkapkan bahwa hadirnya kapal ini merupakan hasil dari keputusan Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut yang telah menetapkan trayek perintis untuk tahun 2025. Kapal Sabuk Nusantara 58 melayani rute Jayapura – Wapoga – Weinami – Nabire – Yaur - Teluk Umar – Weinami – Wapoga, sebelum kembali ke Jayapura.

Sebelumnya, wilayah ini hanya dilayani oleh KM Sabuk Nusantara 63 dengan trayek dari Manokwari menuju Teluk Umar, Yaur, dan Nabire, lalu melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Biak Numfor.

John N.R. Gobay menyampaikan apresiasinya kepada Menteri Perhubungan RI dan Dirjen Perhubungan Laut atas tambahan kapal perintis ini. Ia menilai bahwa kehadiran kapal ini akan sangat membantu konektivitas warga di Distrik Yaur, Teluk Umar, dan Wapoga, yang merupakan wilayah terjauh di Kabupaten Nabire.

"Melihat kondisi yang ada, saya berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire dapat membangun dermaga di Yaur dan Teluk Umar. Ini akan sangat membantu aksesibilitas masyarakat," ujar Gobay kepada RRI Nabire, Kamis (9/1/2025).

Selain meningkatkan mobilitas warga, kehadiran kapal ini juga diharapkan dapat mendorong pelayanan publik di distrik-distrik terpencil. Gobay menegaskan pentingnya keberadaan pegawai distrik, guru, tenaga medis, dan perawat di Puskesmas untuk terus berada di tempat tugas mereka demi memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan transportasi laut ini untuk meningkatkan perekonomian warga. "Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan kapal ini untuk membawa hasil bumi mereka ke Kota Nabire. Pemerintah harus memikirkan bagaimana menyediakan pasar yang dapat menampung hasil panen masyarakat," katanya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....