Mengenal Sejarah Hari Kebaya Nasional yang Diperingati Setiap 24 Juli
- 26 Jul 2026 21:39 WIB
- Nabire
Poin Utama
- Indonesia memperingati Hari Kebaya Nasional setiap tanggal 24 Juli untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kebaya sebagai identitas budaya bangsa.
- Hari Kebaya Nasional ditetapkan secara resmi melalui Kepres Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2023 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 4 Agustus 2023.
- Peringatan Hari Kebaya Nasional menjadi pengingat pentingnya melestarikan warisan budaya yang telah hidup lintas generasi.
RRI.CO.ID, Nabire - Setiap tanggal 24 Juli, Indonesia memperingati Hari Kebaya Nasional sebagai momentum untuk menguatkan kecintaan masyarakat terhadap kebaya sebagai identitas budaya bangsa. Peringatan ini tidak hanya mengajak masyarakat mengenakan kebaya, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya melestarikan warisan budaya yang telah hidup dan berkembang lintas generasi.
Hari Kebaya Nasional secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2023 tentang Hari Kebaya Nasional, yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 4 Agustus 2023. Dalam Keppres tersebut ditegaskan bahwa 24 Juli ditetapkan sebagai Hari Kebaya Nasional dan bukan merupakan hari libur nasional.
Berdasarkan pertimbangan dalam Keppres, kebaya merupakan identitas nasional yang menjadi perekat bangsa lintas etnis dan telah berkembang menjadi aset budaya yang sangat berharga sehingga perlu dijaga serta dilestarikan. Selain itu, kebaya juga telah menjadi busana yang dikenakan dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pemilihan tanggal 24 Juli memiliki nilai historis yang berkaitan dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) X pada tanggal 24 Juli 1964, yang dihadiri Presiden Soekarno. Dalam pertimbangan Keppres disebutkan bahwa pada kongres tersebut Soekarno menegaskan Revolusi Indonesia tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan perempuan, sementara seluruh peserta perempuan hadir mengenakan kain kebaya. Peristiwa itu menjadi simbol kuat peran perempuan sekaligus kebaya sebagai bagian dari identitas nasional.
| Baca juga: Makna Simbolik dalam Pakaian Adat Indonesia |
Secara historis, kebaya telah berkembang di Nusantara selama berabad-abad melalui proses akulturasi budaya. Seiring waktu, berbagai daerah melahirkan ragam kebaya dengan ciri khas masing-masing, mulai dari Kebaya Kartini, Kebaya Kutubaru, Kebaya Encim, hingga kebaya khas Bali, Jawa, Sunda, dan berbagai wilayah lainnya. Keberagaman tersebut memperlihatkan bahwa kebaya menjadi simbol persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.
Upaya pelestarian kebaya juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Pada 2024, UNESCO menetapkan "Kebaya: Knowledge, Skills, Traditions and Practices" sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan melalui nominasi bersama Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pengakuan ini memperkuat posisi kebaya sebagai warisan budaya yang terus hidup dan diwariskan antargenerasi.
Peringatan Hari Kebaya Nasional setiap 24 Juli diharapkan menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin bangga mengenakan kebaya dan melestarikan nilai-nilai budaya yang dikandungnya. Sebab, kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol jati diri, persatuan, dan kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....