22 Juni, Hari Bersejarah bagi Jakarta dan Kelestarian Hutan Hujan Dunia

  • 26 Jun 2026 20:09 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Tanggal 22 Juni menjadi momen penting yang mempertemukan sejarah perkotaan dan kepedulian lingkungan hidup. Di Indonesia, tanggal ini diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta, sementara dunia internasional mengenalnya sebagai Hari Hutan Hujan Sedunia atau World Rainforest Day. Keduanya mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga warisan masa lalu sekaligus memastikan keberlanjutan masa depan.

1. HUT Kota Jakarta

Riwayat Jakarta sebagai ibu kota Indonesia bermula jauh sebelum kemerdekaan. Tanggal 22 Juni diperingati sebagai hari lahir Jakarta karena pada 22 Juni 1527, pasukan Kesultanan Demak dan Cirebon yang dipimpin oleh Fatahillah berhasil merebut pelabuhan Sunda Kelapa dari Portugis. Setelah kemenangan tersebut, nama Sunda Kelapa diubah menjadi Jayakarta yang berarti “kemenangan yang sempurna”.

Seiring perjalanan sejarah, Jayakarta berkembang menjadi pusat perdagangan penting di Nusantara. Pada masa kolonial Belanda, kota ini berganti nama menjadi Batavia dan menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka, nama Jakarta kembali digunakan dan berkembang menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, budaya, serta bisnis terbesar di Indonesia.

Setiap tahun, peringatan HUT Jakarta menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang kota ini dari sebuah pelabuhan kecil menjadi megapolitan yang dihuni jutaan penduduk. Berbagai kegiatan budaya, seni, dan pembangunan kota biasanya digelar untuk memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada sejarah dan keberagamannya.

Pada tahun 2026, Jakarta memperingati usia ke-499 tahun. Menjelang lima abad keberadaannya, berbagai upaya pembangunan berkelanjutan terus dilakukan untuk menjawab tantangan urbanisasi, transportasi, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

2. Hari Hutan Hujan Sedunia (World Rainforest Day)

Sementara itu, perhatian dunia pada 22 Juni juga tertuju pada keberadaan hutan hujan yang menjadi salah satu ekosistem paling penting di bumi. Hari Hutan Hujan Sedunia atau World Rainforest Day pertama kali digagas oleh organisasi Rainforest Partnership pada tahun 2017 sebagai kampanye global untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam melindungi hutan hujan dunia.

Peringatan ini lahir dari kekhawatiran terhadap meningkatnya laju deforestasi yang mengancam keanekaragaman hayati, keseimbangan iklim, serta kehidupan jutaan masyarakat yang bergantung pada hutan. Meski hanya mencakup sekitar enam persen permukaan daratan bumi, hutan hujan menjadi habitat bagi sekitar setengah spesies tumbuhan dan hewan darat di dunia.

Selain menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna, hutan hujan berperan penting dalam menyerap karbon, mengatur siklus air, dan menjaga stabilitas iklim global. Oleh karena itu, World Rainforest Day mengajak masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi lingkungan untuk bersama-sama mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian hutan.

Tema resmi World Rainforest Day 2026 adalah “The Forest Within You” atau “Hutan yang Ada di Dalam Dirimu.” Tema ini mengajak setiap individu menyadari bahwa kesehatan hutan hujan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan manusia, mulai dari udara yang dihirup, air yang digunakan, hingga kestabilan iklim yang menopang kehidupan sehari-hari.

Peringatan HUT Jakarta dan Hari Hutan Hujan Sedunia menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Di tengah pertumbuhan kota yang semakin pesat, keberadaan ruang hijau dan kelestarian hutan tetap menjadi kunci bagi masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Falen Nelwan)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....