Hari Filateli Indonesia Menguatkan Identitas Bangsa lewat Perangko
- 29 Mar 2026 09:32 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Hari Filateli Nasional diperingati setiap tanggal 29 Maret sebagai momentum untuk mengenang dan mengapresiasi dunia filateli, yakni kegiatan mengoleksi dan mempelajari perangko serta benda pos lainnya. Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga sarana edukasi tentang sejarah, budaya, dan perkembangan komunikasi di Indonesia.
Filateli berasal dari bahasa Yunani, yaitu philos (cinta) dan ateleia (bebas bea), yang merujuk pada kecintaan terhadap perangko yang telah digunakan sebagai bukti pembayaran jasa pos. Di Indonesia, kegiatan filateli telah berkembang sejak masa kolonial dan semakin populer setelah kemerdekaan, ketika perangko menjadi simbol identitas bangsa yang merdeka.
Penetapan 29 Maret sebagai Hari Filateli Indonesia berkaitan erat dengan berdirinya organisasi filateli nasional, yaitu Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI). Organisasi ini menjadi wadah bagi para kolektor perangko di seluruh Indonesia untuk berbagi pengetahuan, mengadakan pameran, serta melestarikan nilai sejarah yang terkandung dalam setiap perangko.
Perangko bukan sekadar alat pembayaran pengiriman surat, melainkan juga media dokumentasi visual yang mencerminkan perjalanan bangsa. Berbagai tema yang diangkat dalam perangko Indonesia mencakup tokoh nasional, peristiwa bersejarah, kekayaan alam, seni budaya, hingga perkembangan teknologi. Dengan demikian, filateli menjadi jendela kecil untuk melihat perjalanan panjang Indonesia.
Di era digital saat ini, minat terhadap filateli memang mengalami tantangan, terutama karena berkurangnya penggunaan surat fisik. Namun demikian, komunitas filatelis tetap aktif mengadakan pameran, bursa, dan kegiatan edukatif untuk menarik generasi muda. Bahkan, perkembangan teknologi juga dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan filateli melalui platform digital dan media sosial.
Hari Filateli Indonesia menjadi pengingat bahwa benda kecil seperti perangko memiliki nilai besar dalam menyimpan cerita sejarah dan identitas bangsa. Melalui peringatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih mengenal dan mencintai filateli sebagai bagian dari warisan budaya yang patut dilestarikan. (Falen Nelwan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....