Budidaya Selada Hidroponik Membuka Peluang Usaha

  • 19 Jan 2024 17:05 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidropnik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media.

Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi (unsur hara) setiap tanaman dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak menggunakan media tanah.

Metode hidroponik ini lebih praktis, hemat lahan, hemat biaya, dan mudah dalam pengelolaannya.

Beberapa kemudahan tersebut, banyak orang yang memulai bisnis hidroponik. Salah satunya adalah Selada yang di budidayakan secara hidroponik.

Peluang ini juga yang di ambil oleh Bapak Erik di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah untuk membuka usahanya.

"Di Nabire ternyata sudah banyak peminat selada baik itu dari warung-warung makan ataupun juga dari pasar, akhirnya saya memutuskan untuk budidaya selada hidroponik termasuk pilihan yang bagus," ucapnya.

Melihat peluang yang begitu bagus membuat membuat pria 65 tahun itu mulai lebih fokus untuk membudidayakan tanaman selada secara hidroponik dari tahun 2020. Karena dari cara tanam yang begitu mudah dan waktu panen yang begitu cepat yaitu 35-40 hari.

"Kalau dari segi pemasaran dilakukan dengan promosi langsung ke lapangan, di tawarkan ke toko-toko sayur dan pedagang-pedagang sayur di Nabire," katanya.

Dengan target pasar yang sudah dimiliki dan membangun kerja sama dengan beberapa pedagang sayur mayur di kabupaten Nabire serta dengan modal yang tidak terlalu besar membuat usaha selada hidroponik yang dimiliki Bapak Erik semakin berkembang dan mendapatkan keuntungan yang cukup banyak. Sebab budidaya selada secara hidroponik tidak membutuhkan waktu panen yang lama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....