Pemuda Dogiyai Diajak mampu Berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif

  • 06 Okt 2026 06:50 WIB
  •  Nabire

RRI.CO,ID, Nabire - Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, S.H., M.H., mengajak pemuda Kabupaten Dogiyai memperkuat moral, membangun karakter, meningkatkan prestasi, serta berani bermimpi untuk mempersiapkan masa depan.

Ajakan tersebut disampaikan Petrus Tekege saat membawakan materi workshop dan diskusi pemuda dalam kegiatan pembinaan moral, karakter, dan ambisi untuk mewujudkan mimpi pemuda Kabupaten Dogiyai sebagai penerus bangsa. Kegiatan ini mengangkat tema “Pemuda Dogiyai Berkarakter, Bermoral, Berprestasi, dan Berani Bermimpi untuk Masa Depan.”

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Homestay Swiss, Nabire, Jumat–Sabtu, 2–3 Oktober 2026, tersebut menjadi ruang bagi pemuda untuk memahami pentingnya pembentukan karakter, penguatan nilai moral, pendidikan, kedisiplinan, dan pengembangan potensi diri.

Dalam pemaparannya, Tekege mengatakan pemuda merupakan kekuatan penting dalam pembangunan daerah dan bangsa. Menurutnya, pemuda Dogiyai memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi keluarga, masyarakat, daerah, hingga Indonesia.

Namun, potensi tersebut harus dibangun melalui moral yang baik, karakter yang kuat, pendidikan yang memadai, semangat kerja, disiplin, keberanian untuk bermimpi, serta kemauan untuk terus belajar.

Ia menegaskan bahwa terdapat empat prinsip utama yang perlu dipegang oleh generasi muda, yakni memiliki mimpi besar, membangun karakter yang kuat, menjadikan moral sebagai landasan, dan mewujudkan cita-cita melalui tindakan nyata.

“Pemuda Dogiyai bukan hanya generasi yang akan menerima masa depan, tetapi generasi yang harus mempersiapkan dan membangun masa depan,” demikian inti pesan Tekege dalam materinya.

Pemuda Harus Mengambil Peran di Berbagai Bidang

Tekege menjelaskan bahwa pemuda Dogiyai memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, pemerintahan, kewirausahaan, pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, teknologi informasi, kesehatan, olahraga, seni dan budaya, hingga organisasi kepemudaan.

Selain itu, pemuda juga dapat berperan dalam pelestarian lingkungan, pelayanan sosial, penelitian, dan inovasi.

Menurutnya, tidak semua pemuda harus memiliki profesi yang sama. Ada yang menjadi guru, tenaga kesehatan, pengusaha, petani, aparatur pemerintahan, maupun menekuni bidang lainnya.

Hal terpenting adalah setiap pemuda mampu menjalankan profesinya dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, ia mendorong generasi muda agar tidak membatasi diri pada satu bidang saja, melainkan terus mengenali potensi, meningkatkan keterampilan, dan memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan masing-masing.

Kejujuran dan Tanggung Jawab Menjadi Dasar Karakter

Dalam pembahasan mengenai moral, Rektor USWIM Nabire tersebut menekankan pentingnya nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam menentukan sikap dan tindakan.

Nilai tersebut meliputi kejujuran, menghormati orang tua, menghargai sesama, menjaga perkataan, menepati janji, bertanggung jawab, tidak mengambil hak orang lain, berani mengakui kesalahan, menghargai perbedaan, serta menjaga kepercayaan.

Menurut Tekege, keberhasilan seseorang tidak cukup diukur dari pendidikan, jabatan, maupun prestasi yang diraih. Keberhasilan juga perlu tercermin dalam perilaku, cara memperlakukan orang lain, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.

Oleh sebab itu, pembentukan karakter perlu dimulai dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, organisasi, maupun masyarakat.

Pemuda Harus Bijak Menggunakan Teknologi dan Media Sosial

Di tengah perkembangan teknologi informasi, Tekege juga mengingatkan pemuda Dogiyai agar menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak.

Ia menjelaskan bahwa teknologi dapat menjadi sarana untuk belajar, mengembangkan kemampuan, memperluas jaringan, dan memperkenalkan potensi daerah. Namun, penggunaan yang tidak bijaksana juga dapat membawa pengaruh negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ia mengajak pemuda untuk merefleksikan pertanyaan penting: apakah teknologi yang mengendalikan diri mereka, atau justru mereka yang mampu mengendalikan teknologi?

Menurutnya, media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk mencari informasi, meningkatkan pengetahuan, membangun jaringan, mempromosikan potensi daerah, mengembangkan usaha, memperkenalkan budaya, membagikan karya, serta membangun citra positif pemuda Dogiyai.

Sebaliknya, pemuda perlu menghindari penyebaran kebencian, informasi yang belum terverifikasi, penghinaan terhadap orang lain, konflik yang tidak produktif, dan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Dengan penggunaan teknologi yang tepat, generasi muda dapat menjadikan media sosial sebagai ruang untuk belajar, berkarya, dan menunjukkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Pemuda Dogiyai Harus Menjadi Pelaku Perubahan

Menutup materinya, Tekege mengajak pemuda Dogiyai untuk tidak hanya menunggu kesempatan atau menanti menjadi hebat sebelum mulai berkarya.

Ia menekankan bahwa perubahan dapat dimulai dari kemampuan yang dimiliki, lingkungan tempat tinggal, serta persoalan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya keberanian mengambil langkah nyata, meskipun dimulai dari hal sederhana.

Melalui workshop dan diskusi ini, pemuda Kabupaten Dogiyai diharapkan semakin memahami pentingnya moral, karakter, pendidikan, kedisiplinan, dan keberanian bermimpi sebagai bekal menghadapi masa depan.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi penerima perubahan, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan positif bagi keluarga, masyarakat, Kabupaten Dogiyai, dan bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....