Pencegahan dan Edukasi Masif HIV/AIDS KPA PT Aktif Menggelar Sosialisasi

  • 30 Sep 2026 20:19 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah terus berkomitmen dan memperkuat berbagai langkah strategis guna menekan angka penularan virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Papua Tengah. Upaya ini dilakukan secara masif melalui koordinasi lintas sektor, edukasi masyarakat, hingga perluasan akses layanan kesehatan.

Ketua KPA Papua Tengah, Freny Anouw, Dalam Keterangannya Rabu 30 September 2026 Menegasakan Bahwa, Sebagai Daerah Otonomi Baru, Papua Tengah Terus Berbenah Dalam Memetakan Serta Menangani Penanganan Kasus HIV/AIDS.

“KPA Papua Tengah mendorong sinergi antara pemerintah daerah, dinas kesehatan, serta organisasi kemasyarakatan guna menjangkau kelompok rentan dan masyarakat umum hingga ke wilayah Distrik dan Kampung,” jelasnya.

Fokus Utama Penanggulangan HIV/AIDS di Papua Tengah

Menurutnya, Pencegahan dan Edukasi Masif KPA Aktif Menggelar Sosialisasi dan pemahaman menyeluruh terkait cara penularan serta pencegahan HIV. Edukasi diprioritaskan bagi generasi muda, lingkungan sekolah, masyarakat pekerja, hingga komunitas lokal guna menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).

“Perluasan Layanan Skrining dan Tes (VCT) Upaya penemuan kasus secara dini (early detection) ditingkatkan melalui penyediaan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang aman, rahasia, dan mudah diakses di Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),” ujarnya.

Pendampingan dan Pengobatan Teratur (ART) Bagi warga yang terdiagnosis positif, KPA memastikan kemudahan ketersediaan dan akses terapi Antiretroviral (ARV). Pengobatan yang rutin dan teratur terbukti efektif menekan jumlah virus dalam tubuh sehingga Odhiv dapat tetap hidup sehat serta mengurangi risiko penularan ke orang lain.

Freny menekankan bahwa sinergi tokoh adat dan agama mengingat pentingnya pendekatan sosial budaya di Papua Tengah, KPA juga menggandeng para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh perempuan untuk ikut mengkampanyekan hidup sehat serta merangkul warga tanpa diskriminasi.

“Langkah berkelanjutan ini diharapkan dapat mewujudkan target nasional menuju Three Zeroes pada 2030, yaitu: tidak ada lagi infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS di tanah Papua Tengah,” tutup Freny Anouw.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....